Mei 10, 2016

Demo HMI Tiga Orang Polisi Terluka.

Balasan HMI untuk Saut KPK

By 
Liputan6.com, Jakarta - "Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMIminimal LK I, tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat." 

Celoteh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang inilah yang membuat anggota Himpunan Mahasiswa Islam geram. Mereka tersinggung dengan pernyataan tersebut.

Pukul 10.15 WIB, Senin (9/5/2016), massa dari organisasi itu mulai berdatangan ke Gedung KPK yang berada di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. 

Mereka meminta agar Saut Situmorang mempertanggungjawabkan pernyataannya. Mereka juga ingin Saut dipecat.

Pukul 13.22 WIB, massa meminta Saut keluar dan menemui mereka. Namun, mantan staf ahli Kepala BIN itu tidak kunjung menemui demonstran.

"Keluar kau Saut Situmorang," teriak salah seorang demonstran dengan pengeras suara.

Teror

Massa HMI lalu berupaya menutup Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, berhasil dihalau polisi yang berjaga di depan Gedung KPK.

Massa kembali melakukan aksinya, bahkan mereka melakukan aksi brutal dengan melempar batu ke arah Gedung KPK. 

Massa melempar batu sebesar kepalan tangan orang dewasa ke gedung KPK. Para awak media dan karyawan KPK yang berada di luar langsung masuk ke gedung, begitu ada lemparan batu.

Polisi kemudian membalas dengan tembakan gas air mata. Dua anggota polisi terluka dalam kejadian tersebut. Mereka segera dipapah untuk berlindung.

Mereka lalu membakar ban dan berhasil menutup Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Massa juga merusak pot bunga yang ada di halaman KPK.

Vandalisme

Vandalisme atau kekerasan tampak di depan gedung KPK di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka membubuhkan sebuah pesan untuk Saut di depan logo KPK.

Pantauan Liputan6.com, dengan cat semprot berwarna oranye, logo KPK dicoret-coret. Di sanalah mereka menulis pesan untuk Saut Situmorang.

"Tangkap Saut Situmorang. Saut Situ Orang harus dipecat," tulis salah satu pendemo.

Kondisi depan Gedung KPK pun terlihat rusak. Pagar dekat parkiran meninggalkan bekas coret-coretan demonstran. Beberapa sisi tembok pun juga dipenuhi coretan cat semprot.


Tak hanya itu, bangku taman serta beberapa marka jalan juga rusak dan dibuang ke gorong-gorong massa HMI. Bahkan beberapa tong sampah juga hancur dan tanamanrusak.


Kapolsek Setiabudi AKBP Tri Yulianto menyatakan, akibat aksi tersebut tiga orang polisi terluka. "Korban dari pihak kita ada tiga orang," ungkap Tri.

Polisi pun akan melakukan penyelidikan atas aksi lempar batu, dan menghancurkan fasilitas publik ini. "Itu masih kita dalami dulu," Tri memungkas.


Pukul 14.45 WIB, hujan mengguyur Jalan HR Rasuna Said. Api yang membakar ban bekas perlahan-lahan padam.

Namun, hal ini tak membuat massa membubarkan diri. Beberapa di antaranya menari-nari, membanting-banting pembatas jalan berwarna orange, bahkan ada yang membalikkan kursi jalan ke saluran air.

Bukan hanya itu, mereka sempat melempari aparat dengan gelas air mineral yang masih terisi. Mereka pun memaksa Saut keluar dari kantornya dan bertemu mereka.

"Keluar Saut, keluar Saut, keluar Saut," teriak para massa yang masih marah dengan pimpinan KPK tersebut.

Hingga pukul 15.05 WIB, massa tetap melakukan aksinya. Jalan Rasuna Said yang ada di depan Gedung KPK pun ditutup.

Sekitar pukul 17.00 WIB, massa membubarkan diri. Mereka menghentikan aksi usai Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati memberikan pernyataan terkait klarifikasi pernyataan Saut.


Yuyuk mengatakan Saut tidak bermaksud melontarkan pernyataan yang menyinggung organisasi itu pada Kamis 5 Mei 2016, dalam sebuah acara talk show televisi swasta.

Dia pun menegaskan KPK segera bertemu dengan Pengurus Besar (PB) HMI, untukbersilahturahmi.

"Kami akan melakukan pertemuan dengan PB HMI, untuk menjalin silaturahmi, agar terjalin hubungan yang lebih baik," tutur Yuyuk di depan Gedung KPK Jakarta, Senin (9/5/2016).

Mendengar hal tersebut, salah satu orator pun menyampaikan, "Kami terima perwakilan KPK. Kami tidak ada masalah dengan KPK. Kami hanya tak terima dengan Saut Situmorang."

Setelah itu, massa pun membubarkan diri. Sebagian dari mereka meninggalkan Gedung KPK dengan menggunakan Metro Mini. Ada pula yang mundur menggunakan kendaraan pribadi.


Tak hanya di Jakarta, unjuk rasa digelar di sejumlah daerah. Salah satunya di Batam.

Ratusan massa HMI mendatangi Kantor DPRD Batam, Senin (9/5/2016). "Pernyataan Wakil Ketua KPK melalui stasiun televisi swasta tidak bertanggung jawab. Semestinya jangan membawa organisasi," ucap Ketua HMI Batam, Supriyadi, di Kantor DPRD Batam.

Memang, lanjut dia, beberapa alumni HMI ada yang tersangkut kasus korupsi.

"Itu kan oknum, jangan disangkutkan kepada organisasi. Semua lembaga, organisasi, instansi, jelas ada oknum," kata Supriyadi.

HMI Batam pun mengecam pernyataan Saut. Mereka pun mendesak Saut meminta maaf kepada organisasi itu melalui media massa selama lima hari berturut-turut.

Selain itu, "Saudara Saut Situmorang harus mundur dari jabatannya karena melanggar etika pejabat publik dan norma-norma hukum."

Maaf dari Saut

Akhirnya Saut menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan itu. "Saya selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI. Saya mohon maaf atas pernyataan saya tersebut," ucap Saut di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Saut meyakinkan, apa yang disampaikan bukan bermaksud menyinggung HMI. Mantan petinggi di Badan Intelijen Negara (BIN) ini pun mengajak organisasi yang didirikan pada 5 Februari 1947 itu untuk bermitra kepada KPK.

"Kami percaya HMI, salah satu penggerak aktivis mahasiswa, bisa menjadi mitra KPK," ungkap Saut.

Dia mengatakan, harapan agar HMI terhindar dari korupsi muncul, lantaran sudah akrab dengan organisasi tersebut.

"Kalau saya pribadi, saya berharap itu tidak terjadi (tersinggung). Karena kalau kita lihat bagaimana harapan besar saya sebenarnya di balik pernyataan itu. Kan hidup saya di mahasiswa juga sangat dekat dengan HMI. Di kantor sebelumnya, juga saya dekat dengan HMI," kata Saut.


Berujung Laporan Polisi

Namun, luka terlanjur ditorehkan Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang dengan pernyataannya di salah satu stasiun televisi. Celotehannya tentang HMI berbuntut panjang. Ia pun dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Sekitar pukul 12.00 WIB, berdasarkan tanda bukti lapor TLB/337/V/2016/Bareskrim dan nomor LP/479/V/2016/Bareskrim, Saut dilaporkan atas Pasal 310 KUHP jo Pasal 311 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Kami dari PB HMI secara tegas melaporkan yang bersangkutan (Saut)," ujar Ketua Umum PB HMI Muhammad Fauzi usai membuat laporan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.


Fauzi mengatakan jajarannya tidak akan membuka proses damai bagi Saut. Menurut dia, pernyataan sang Wakil Ketua KPK itu sudah berlebihan. Tak hanya itu, ia juga menyebut akan melaporkan Saut ke komisi etik KPK.

"Di samping ke sini kita juga akan ke komite etik untuk melaporkan pelanggaran etik. Saya kira bisa diproses secara etik," ucap Fauzi.

Mei 09, 2016

Setiap Orang Harus Bekerja Keras



Ustazd Basorah









Marzuki Usman,MA

PADA petengahan November 2015 penulis terbang dari Bandara Narita (Tokyo) ke Bandara Dulles (Washington DC, AS) di kelas ekonomi. Padahal sebelum pensiun dulu, sebagai Menteri Pariwisata RI pada masa Presiden Habibie dan Abdul Rahman Wahid, penulis senantiasa terbang dan duduk di kelas bisnis.
Duduk di kelas ekonomi selama delapan jam dengan kursi tidak bisa direbahkan hingga 30 derajat, tentulah penat bin tidak nyaman. Sudah berdzikir membaca kalimat tauhid berulang kali, akhirnya mata tertarik menonton televisi di pesawat yang menyuguhkan tayangan berjudul "A Little Bit of China" atau "Catatan Kecil tentang Cina.
Pada layar tv mungil, penulis menyaksikan kehidupan rakyat Cina di provinsi Xinjiang, sebuah provinsi paling barat yang berbatasan dengan Kazakstan, Uzbekistan dan sebagainya. Warga Xinjiang mayoritas pemeluk Islam. Dalam tayangan terlihat warga Xinjiang yang berprofesi sebagai petani menyambi menggembalakan sapi, biri-biri atau kambing. Juga ada nelayan yang menangkap ikan serta restoran aneka rupa masakan sedap.
Petani Xinjiang terlihat menggembala kambingnya dengan mengendarai sepeda motor, para nelayannya mencari ikan dengan perahu motor. Hewan ternak itu disembelih untuk konsumsi sendiri maupun dijual ke provinsi-provinsi lain.
Pengelolaan budi daya produk pertanian, peternakan dan perikanan terlihat serba rapi dan moderen. Dalam kehidupan yang islami, warga Xin jiang tetap menikmati seni suara, seni lukis, dan aritekturnya yang kaya ornamen. Intinya, warga Xin jiang terlihat hidup berkecukupan, bahagia dan aman dan damai.
Ketika Deng Xioping mulai memimpin Cina usai Kongres Partai Komunis Cina 1978, Xinjiang adalah provinsi terbelakang, warganya masih tinggal di tenda-tenda di padang rumput. Mereke menggembalakan kambing atau domba dengan ditemani kawanan anjing
Terima kasih kepada Deng Xiaoping yang memperkenalkan dan menerapkan kebijakannya yang tetap menghargai sepuluh kebajikan Ketua Mao Tsedong dan melupakan dosa-dosanya. Hasilnya mengagumkan, rakyat Cina bukan menjadi bangsa pendendam, tetapi menjadi rakyat yang selalu bersyukur.
Kemudian Deng Xiaoping berkata lagi: "jika Ketua Mao berujar bahwa setiap orang harus bekerja keras sesuai kemampuannya, dan hanya memperoleh sesuatu untuk menopang hidupnya saja. Semua milik pribadi ditiadakan diganti menjadi semua serba milik negara. Walhasil, ekonomi Cina hancur lebur."
Maka berkatalah Deng Xioping:" Setiap orang harus bekerja keras, dan setiap orang memperoleh sesuai dengan jerih payahnya." Hasil akhirnya, rakyat Cina pada abad 21 kini menjadi bangsa yang kaya dan berbahagia.
Terinspirasi tayangan tv di pesawat Boeing 777-700 itu, penulis ingat pepatah Melayu yang selalu didengungkan emak saya di Dusun Mersam, Jambi, ketika penulis masih duduk di bangku SD pada 1950-an: "Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. "Hai Marzuki, bumi kalau dicakar alias digaruk-garuk untuk bercocok tanam, adalah tidak berdarah-darah. Maka wahai anakku Marzuki, engkau bekerja dengan keras dan cerdiklah. Bukan bekerja keras , tapi bodoh!"
Amanat emak saya inilah yang penulis amalkan untuk membangun pasar modal Indonesia, memodernisir sitem perpajakan dan memajukan sektor keuangan Indonesia dengan bimbingan para pakar ekonomi Indonesia pada zamannya seperti Prof Dr Ali Wardhana, Prof Dr Johannes Baptis Sumarlin dan aparat senior lainnya.
Ya Allah, hamba-Mu berterima kasih atas segala nikmat dan karunia-Mu, Aamin.
Durham, North Carolina, USA, mId November 2015
- See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2276816/catatan-kecil-tentang-cina#sthash.CfzVNZNC.dpuf




Mei 08, 2016

IKBRSC Diharapkan Beri Kontribusi Pada Pembangunan

 IKBRSC Diharapkan Beri Kontribusi Pada Pembangunan
Wakil Walikota Padang Emzalimi bersama para datuk rang ChaniagoWakil Walikota Padang Emzalimi bersama para datuk rang Chaniago
Padang, Editor.-  Keberadaan organisasi Ikatan Keluarga Besar Rang Suku Chaniago (IKBRSC) diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang. Keberadaan organisasi pasukuan merupakan suatu terobosan baru, artinya, IKBSC ini bisa mengayomi semua persukuan Chaniago yang ada.
Hal itu disampaikan Wakil Walikota Padang dalam pidatonya pada acara Pelantikan pengurus DPP IKBRSC se –Indonesia di GOR H. Agus Salim, Kamis (5/5).
“Kita sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada organisasi suku Rang Chaniago. Di Minangkabau sudah dikenal ada 4 suku besar, seperti suku Bodi, Caniago , Koto dan Piliang. Kita berharap, kalau dari caniago sudah membentuk organisasi ini, maka persukuan lainnya yang ada dan turunannya juga mau membentuk organisasi,” ujar  Emzalmi.
Kalau itu ada maka ini merupakan satu kekuatan besar yang bisa dijadikan motor penggerak pembangunan nagari. Tidak hanya segi penbanguan fisik namun juga sosial budaya dan itu menjadi sangat penting. Apalagi kekuatan itu  dijadi satu buah kesatuan dirantau, lanjut mantan Sekda Kota Padang itu.
Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Nasdem  Dian anggaraini yang hadir di acara tersebut, berharap dengan telah dilantiknya kepengurusan organisasi Ikatan Keluarga Besar Rang Suku Chaniago (IKBRSC ) ini, mudah-mudahan silaturahim antara anak kamanakan mamak cadiak pandai jo urang sumando katurunan bisa dapat lebih di pererat.
Untuk Kota Padang sendiri, kita akan menyusun program kerja , nanti akan ada kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan silaturrahim kegiatan sosial . Paling tidak memberikan suport kepada pemerintah daerah,” kata Dian yang juga sebagai Pembina organisasi Ikatan Keluarga Besar Rang Suku Chaniago itu. ** Arman

Mei 07, 2016

PBB : Pasukan Garuda Terbaik Di Afrika Tengah

Hello, mari bergabung Brou.

Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI
Konga XXXVII-B/Minusca di Afteng. (Foto: dok. TNI AD)
Sabtu, 7 Mei 2016 - 05:03 wib
Silviana Dharma
Jurnalis

BANGUI – Komandan pasukan perdamaian PBB Minusca (Multi Dimensional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic) menyampaikan pujiannya terhadap kinerja Pasukan Garuda Indonesia, dalam menjaga perdamaian di kawasan Bangui dan Bouar di Afrika Tengah, melalui Commendation Card tertanggal Kamis 28 April 2016.Dalam pernyataan pujian tertulis yang diwakili Wakil Komandan Pasukan Minusca Mayor Jenderal S.M. Shafiuddin Ahmed tersebut, disebutkan bahwa sejak kedatangannya, Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Denden Sumarlin telah menunjukkan kinerja terbaik di kedua wilayah di sektor barat yang merupakan daerah tersulit dan rawan itu.
“Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI telah menunjukkan konsekuensi dan semangat kerja yang tinggi serta tanggung jawab dan tingkah laku yang menunjukkan profesionalisme sebagai militer,” ucap Ahmed saat berkunjung ke Kamp Kontingen Garuda Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca di Mpoko, Bangui, Afrika Tengah pada Kamis 5 Mei 2016.
Menurutnya, dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki serta semangat yang kuat, Pasukan Garuda telah mampu menunjukkan kinerja yang baik sehingga tugas-tugas Indoengcoy (Engineering Company) yang diberikan Minusca dapat dilaksanakan dengan baik.
Wakil Komandan Pasukan Minusca menerangkan, hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh Pasukan Garuda tersebut tidak saja dirasakan manfaatnya oleh Minusca. Namun juga berdampak positif terhadap perkembangan pembangunan negara Afrika Tengah yang saat ini sedang dalam masa pemulihan keamanan.
“Saya berharap, ke depannya seluruh personel Satgas Kizi TNI tetap mempertahankan nama baik dan kinerja maksimal yang telah ditunjukkan selama ini,” tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Satgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin sebaliknya juga menghaturkan terima kasih atas penghargaan dan perhatian yang diberikan Komandan Pasukan Minusca kepada Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca.
(Sil)

Mei 06, 2016

Papua Masih Percaya Pemerintah Indonesia

Ramos Horta: Papua masih percaya pemerintah Indonesia

 | 4.062 Views
Ramos Horta: Papua masih percaya pemerintah Indonesia
Jose Ramos Horta (ANTARA FOTO/Marboen)
 Dengan pemerintahan baru di tangan Presiden Joko Widodo yang berkomitmen untuk meningkatkan keadaan di Papua, banyak orang-orang di sana yang sangat mengharapkannya setelah bertahun-tahun menelan kekecewaan..."

Jakarta (ANTARA News) - Mantan presiden Timor Leste Jose Ramos Horta mengatakan masyarakat Papua sebagian besar masih percaya dengan pemerintah Indonesia dan mereka tidak ingin memisahkan diri dari Indonesia.

"Dengan pemerintahan baru di tangan Presiden Joko Widodo yang berkomitmen untuk meningkatkan keadaan di Papua, banyak orang-orang di sana yang sangat mengharapkannya setelah bertahun-tahun menelan kekecewaan, aku melihat banyak harapan pada pemerintahan yang baru ini," kata Jose kepada watawan di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan hal yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia adalah mendengarkan dan mengerti kenapa terjadi perlawanan di sana.

"Semua sudah tahu perlawanan itu sudah ada sejak lama Indonesia harus memahami kenapa pulau sebesar itu ingin memisahkan diri, kenapa orang-orang tidak senang. Mereka inginkan kedamaian, kebebasan, penghargaan serta pembangunan. Selama ini mereka tidak merasakan pemerataan dari pembangunan yang ada," kata Jose yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Timor Leste.

Dia mengakui, untuk mengentas masalah di Papua tidaklah mudah dan sederhana, butuh usaha, komitmen, serta kepemimpinan yang kuat untuk membangun Papua.

Harus ada kebijakan yang berkesinambungan yang dapat menguntungkan masyarakat lokal, serta dalam pembangunan itu juga tidak merusak lingkungan.

"Pemerintah harus memahami mereka yang merasa tertinggal, maka pembangunan juga harus menyeimbangkan antara keetnikan mereka serta unsur modernisasi," kata dia.

Dia percaya Indonesia punya pengalaman untuk hal itu, karena Indonesia punya banyak sosiolog dan antropolog serta Presiden telah berkomitmen untuk menyelesaikan ketidakadilan di Papua, dan Papua Barat.

Dia juga menyarankan untuk mendekati masyarakat separatis tidaklah dengan kekerasan senjata, tetapi melalui. pendekatan dialog.

"Walaupun mereka berseberangan, tetapi selama mereka masih bisa diajak bicara, saya rasa itu langkah yang baik. Saat ini Indonesia sangat terbuka untuk itu," kata dia.

Menurut dia, pemerintah harus berhati-hati dengan metode kekerasan, jika hal itu melukai orang yang tidak bersalah maka mereka akan ikut angkat senjata menyerang.

Pada tanggal 2 Mei, atas nama Indonesia, Menteri Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengundang Ramos Horta ke Papua untuk berdialog dengan warga setempat.

Hal itu salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk membangun Papua dan menyelesaikan kasus HAM di sana.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Timor Leste dukung Papua bagian NKRI

 | 5.238 Views
Timor Leste dukung Papua bagian NKRI
Ramos Horta (ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta)
Jayapura (ANTARA News) - Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta mendukung Papua sebagai bagian dari NKRI sehingga tidak akan pernah setuju perjuangan Papua merdeka.

"Kebijakan kami (Timor Leste), tetap mendukung integrasi Papua dalam NKRI. Kami tidak pernah mendukung kelompok perjuangan, baik di dalam dan di luar negeri yang suarakan merdeka," kata Ramos Horta dalam jumpa pers di Kota Jayapura, Papua, Selasa.

Ramos yang pernah terlibat langsung dalam perjuangan kemerdekaan Timor Timur (sekarang disebut Timur Leste) mengatakan, Papua sudah sah menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga tidak ada hal yang perlu dipersoalkan.

"Mungkin bisa sampaikan kepada saya, jika ada kelompok dari kami (Timor Leste) yang mendukung pernyataan atau menyuarakan Papua merdeka, tunjukkan kepada saya nanti, saya bayar Rp1 miliar," katanya di sela-sela kunjungannya ke Jayapura, Papua, sejak Senin (2/5).

Ramos mengaku berada di Tanah Papua atas undangan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan teman akrabnya.

"Saya akan pergi kemana pun atau ke Indonesia dan luar negeri, jika saya diundang. Saya datang ke Jayapura karena diundang oleh Pak Luhut," katanya.

"Saya sangat terkesan dengan apa yang saya lihat, berbagai kemajuan terus dicapai oleh Papua. Di bawah kebijakan Presiden Jokowi, yang bebaskan siapa saja masuk ke Papua sangat baik dan tidak seketat dulu, dan ini saya alami sendiri saat ini," lanjutnya.

Ramos juga memuji soal pencapaian SDM Papua yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan berkat pembangunan yang terus digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

"SDM Papua sudah semakin maju, ada pilot Papua, ada Jenderal Fredy Numberi. Saran saya, anak-anak Papua harus belajar dan belajar, yang tadi tidak bisa akan bisa dan bisa sukses. Karena dengan pendidikan yang tinggi, bisa bangun Papua melebihi Bali atau Jawa," katanya.

Selama berada di Jayapura, Ramos Horta sempat menemui sejumlah pihak, diantaranya Kapolda Papua, Pangdam Cenderawasih, Gubernur Papua dan sejumlah tokoh penting lainnya.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Munaslub ini momentum untuk bangkit

Tokoh Senior Partai Golkar Akbar Tandjung (kanan) bersama Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (tengah), dan Politisi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf (kiri) meninjau kelas saat acara pembukaan Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa di Akbar Tandjung Institut, Jakarta, Selasa (3/5/2016). Sekolah politik bagi para aktivis organisasi kemahasiswaan tersebut akan diisi oleh 15 pemateri dari berbagai Tokoh Bangsa.
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Munaslub ini momentum untuk bangkit

Akbar Tandjung meminta kepemimpinan Partai Golkar mendatang jangan melulu dikaitkan dengan uang karena akan membuat partai lebih jatuh.

Pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu menanggapi wacana iuran Rp 1 miliar yang harus disetorkan calon ketua umum partai berlambang pohon beringin di Munaslub Golkar medio Mei nanti."‎Kalau dalam kepemimpinan akan diliputi dengan nuansa uang, citra kita di publik akan negatif. Kalau citranya merosot dan tidak diapresiasi publik maka akan berdampak pada eksistensi partai," kata Akbar di Jakarta, Kamis (5/5/2016).
Akbar mengingatkan citra Golkar kadung menurun dan tidak lagi menjadi partai politik papan atas dalam kancah perpolitikan nasional. Malah, Golkar kini kalah peringkat dengan NasDem sebagai partai baru.Ia mencela usulan iursan Rp 1 miliar karena tidak lazim. "Nanti ke depan untuk jadi Ketua DPD I harus kasih Rp 500 juta, DPD II Rp 200 juta. Jadi nanti kepemimpinan Partai Golkar meliputi uang," Akbar kesal.Akbar sangat mendukung penyelenggaraan Munaslub Golkar. Ia mengusulkan untuk penyelenggaraan munaslub kader Golkar jangan malu untuk urunan sesuai kemampuan masing-masing, termasuk mencari tempat yang murah."Munaslub ini momentum untuk bangkit kembali raih posisi terhormat," tegas Akbar.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

Akbar Tandjung: Calon Ketum Golkar Berkantong Tipis Bakal Tersingkir


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gagasan soal iuran Rp 1 miliar bagi setiap calon Ketua Umum DPP Golkar hanya memperburuk partai berlambang pohon beringin.
Mantan Ketua Umum DPP Golkar, Akbar Tanjung, menilai calon ketua umum yang berkantong tebal akan mudah melenggang maju karena mampu memenuhi iuran Rp 1 miliar, tapi berakibat tak baik bagi calon yang kere.
Wacana iuran Rp 1 miliar yang harus disetorkan tiap-tiap calon ketua umum pada Munaslub Partai Golkar mendatang pada gilirannya membuka konflik baru di internal kader.
"Untuk urusan yang berkaitan dengan kepemimpinan politik yang bermuara pada pengabdian bagi bangsa, negara dan rakyat, sebaiknya nuansa uang kita hindari," ujar Akbar di Akbar Tandjung Institute, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2016).
Akbar menambahkan, saat ini Golkar membutuhkan pemimpin yang mampu mengakhiri konflik, mengkonsolidasikan semua faksi yang ada dan mengembalikan kejayaan partai.
"Biasanya mereka datang dari latar belakang yang bukan orang yang mempunyai sumber daya yang besar," ujar Akbar kepada wartawan, di kantor Akbar Tanjung Institute, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2016).
Dengan kewajiban menyetor Rp 1 miliar, lanjut Akbar, maka kandidat ideal yang memiliki segala kriteria untuk memajukan partai namun tidak punya uang akan tersingkir dari bursa calon ketua umum.
Ia menolak gagasan panitia munaslub soal iuran dan seharusnya ada cara lain untuk menyelesaikan masalah pendanaan dan politik transaksional yang tak terhindarkan.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Y Gustaman