April 24, 2016

Tak Suka Olahraga Bikin Cepat Tua

Hello, mari bergabung Brou.

By 
Ilustrasi Menjaga Kesehatan Tubuh Dengan Cara Olahraga Teratur (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Pepatah "banyak jalan menuju Roma" mungkin menjadi alasan yang tepat untuk para wanita yang memilih cara instan dalam mempertahankan kecantikan mereka. Namun faktanya tak semua wanita suka berolahraga.
Dokter Ariana Suryadewi Soejanto M.Biomed, seorang anti-aging and aesthetic consultantmengatakan, langkah efektif untuk menjaga kulit yang sehat, kencang, dan awet muda yaitu dengan olahraga teratur.
"Sebenarnya olahraga itu kan aktivitas ya, terus itu kanexercise, dan sebenarnya dari olahraga itu kita ada hormon yang keluar yaitu hormonendorfin. Nah, hormon endorfin itu juga bisa memperlambat penuaan," ungkapnya kepada Health-Liputan6.com, ditulis Minggu (24/4/2016).Hormon endorfin atau hormon kebahagiaan yang didapat dari berolahraga ini ternyata mempengaruhi mekanisme sel-sel kulit. Endorfin memberi efek yang menenangkan bagi manusia dan senyawa-senyawa di dalamnya dapat membantu memperlambat proses penuaan. Itu sebabnya olahraga berpengaruh besar menghambat penuaan dini.
"Adanya proses endorfin tersebut dalam proses aging jelas berpengaruh, dan bentul bahwa penuaan bisa dicegah dengan olahraga", jelas Ariana.
Di samping berolahraga, menurut Ariana mengatur pola tidur yang teratur juga dapat bantu memperlambat proses penuaan dini. Sebab saat tidur hormon yang diproduksi saat tidur yang membentuk seluruh tubuh menjadi sehat termasuk pengaruh penuaan dini.
"Tidur itu kaitannya dengan radikal bebas, pada saat tidur hormon melatonin terbentuk dan mempengaruhi ke pertumbuhan dan metabolisme tubuh - dan otomatis mempengaruhi proses penuaan dini," tutupnya.

Hello, mari bergabung Brou.

Hello, mari bergabung Brou.

Ini lah negeri yang bagaikana sepotong syorga yang diletakan maha pencipta di muka bumi.
Dengan kasih sayang dan cinta anak nagari hidup berdampingan dalam kebersamaan yang serasi dengan alam lingkungan.
Mari kita nikmati dan pelihara kelanjutannya.




'Jaan lupo makan siang, kaniak biko muah....'
Jaan lupo makan siang, kaniak biko muah...

Foto Yana Abe.
Foto Yana Abe.
Foto Yana Abe.
Foto Yana Abe.
Asww; slm sejahtera.....


Tampilan estetisnya muncul pada aplikasi materialnya seperti penerapan slab marmer dengan serat cokelat yang indah pada dinding depan dan kayu solid pada pintu masuknya. Beberapa detail dekorasi yang hanya muncul pada beberapa titik interior pun turut menambah keindahan pada ruang dalamnya tanpa menghilangkan kesan clean yang ingin ditampilkan seperti detail motif pada penyelesaian plafon dan pada ukiran motif pada pintu masuk masjid.

April 23, 2016

Abaikan Saran Kadinkes ; Sumber Waras Jadi Tak Waras

RS Sumber Waras (Okezone)

RS Sumber Waras (Okezone)
JAKARTA 
Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita mengatakan, kejanggalan pembelian lahan RS Sumber Waras akibat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengabaikan saran Dien Emawati, yang ketika itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan DKI. “NJOP yang Ciputra itu lebih rendah, negara rugi enggak? Harusnya negara minta lebih turun kan?” ujarnya.
Saat itu, Dien menyampaikan lahan di Sumber Waras tidak untuk dijual, dan Dien juga merekomendasikan tanah milik Pemprov di Sunter dan Jakarta Pusat untuk dibangun sebuah rumah sakit.
“Kejanggalan-kejanggalan itu terjadi karena Gubernur Ahok mengabaikan saran Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” katanya.
Romli mengatakan, lokasi tersebut awalnya bukanlah lokasi yang akan dibangun rumah sakit, tetapi ada di lokasi lain. Lagi pula, tanah di Sumber Waras tidak layak bangun karena lokasinya yang terdiri dari dua bidang.
“Lahan yang dikelola, Sumber Waras terdiri dari dua bidang tanah. Tanah seluas 3,2 hektare bersertifikat hak milik terletak di Jalan Kyai Tapa. Sedangkan tanah seluas 3,6 hektare bersertifikat hak guna bangun terletak di Jalan Tomang Utara. Posisi lahan yang dibeli Pemprov DKI Jakarta adalah lahan di Jalan Tomang Utara yang nyaris terisolir,” tuturnya.
Untuk memuluskan permufakatan Pemprov DKI Jakarta dan Sumber Waras, Ketua Yayasan Sumber Waras sudah memberikan pernyataan, dan pihaknya tidak keberatan terkait penggunaan akses bersama.
Sementara mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengatakan, sejak awal proses alih lahan RS Sumber Waras memang sudah dipenuhi kejanggalan. “Cari tanah itu ada enggak? Mesti enggak ada. Karena tanah HGB itu ada di Jalan Tomang Utara,” ujarnya.
Dirinya pun berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak meragukan hasil audit BPK. Pasalnya, bila itu terjadi akan menimbulkan kejanggalan-kejanggalan baru.
“Proses alih lahan Sumber Waras sejak awal sudah dipenuhi kejanggalan. Dan bukankah akan menimbulkan kejanggalan lainnya bila KPK meragukan laporan BPK terkait kejanggalan di Sumber Waras,” pungkasnya.
(Ari)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/04/22/338/1370415/sumber-waras-janggal-karena-ahok-abaikan-saran-kadinkes

April 21, 2016

PEJABAT-DAN-PENGUSAHA-INDONESIA-DI-PANAMA-PAPERS



http://grafis.tempo.co/read/flashgrafis/2016/04/19/759/pejabat-dan-pengusaha-indonesia-di-panama-papers
SELASA, 19 APRIL 2016 | 16:42 WIB


Luhut Binsar Pandjaitan: "Saya tidak pernah ada perusahaan di luar negeri."
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim tidak tahu menahu tentang Mayfair International Ltd., sebuah perusahaan offshore yang tercantum dalam Panama Papers. Pada dokumen tersebut Luhut disebut sebagai direktur tunggal Mayfair.
"Karena waktu itu, tahun 2006, saya tidak punya uang untuk buka perusahaan di luar, jadi untuk apa saya mendirikan perusahaan cangkang seperti itu", kata Luhut kepada wartawan di kantornya, Senin (25/04).
Menurut investigasi Majalah Tempo, nama Luhut disebut pada dokumen Panama Papers terkait Mayfair yang disebut didirikan pada 29 Juni 2006, dan beralamatkan di Seychelles, negara kepulauan di Samudera Hindia, bekas jajahan Inggris.
Mayfair dinyatakan dimiliki oleh dua perusahaan: PT Persada Inti Energi dan PT Buana Inti Energi. Kedua perusahaan itu disebut-sebut terkait dengan perusahaan milik Luhut, PT Toba Bara Sejahtra Tbk.
Ketika ditanyakan oleh wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat terkait kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut, Luhut menyebut, "Itu (Toba) memang perusahaan saya. Tapi yang Persada-persada itu saya tidak tahu".
"Saya tidak pernah ada perusahaan di luar negeri."
Bocornya dokumen Mossack Fonseca, menyita perhatian dunia beberapa minggu terakhir. Pasalnya, banyak pimpinan dan pejabat tinggi dunia yang menggunakan jasa firma asal Panama tersebut, untuk membuat perusahaan offshore di negara-negara bebas pajak.
Sejumlah tokoh dunia yang namanya tercatat di dokumen ini langsung mengundurkan diri: antara lain Perdana Menteri Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson.
Ketika ditanyakan kepada Luhut, apakah sanggahannya ini berarti dirinya menilai Panama Papers mengungkap data palsu, Luhut tidak bisa memberikan jawaban tegas.
"Saya tidak tahu. Itu alamat rumah saya, dibikin salah di situ. Alamat rumah saya dibilang di Mega Kuningan 11, saya tidak tinggal di sana."
Luhut bahkan menuding ada pihak lain yang menggunakan namanya untuk membuat Mayfair. "Karena untuk membuat perusahaan seperti itu, tidak diperlukan tanda tangan saya".
Namun, ketika ditegaskan, apakah Luhut akan melakukan tuntutan terhadap tudingan bahwa dia adalah direktur Mayfair, Ia hanya menjawab "kita lihat nanti".
Nama lain dari Indonesia yang disebut dalam Panama Papers adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Harry Azhar Azis. Ketua BPK yang belakangan terlibat perseteruan dengan Gubernur Jakarta itu mengakui kebenaran dokumen itu, namun menyebut bahwa ia mendirikan perusahaan itu aats desakan anaknya.Masih banyak nama orang Indoensia lain yang disebut. Yang paling dikenal, Riza Chalid, pengusaha yang terkait dalam apa yang disebut skandal Papa Minta Saham. Ini skandal pertemuan Ketua DPR Setya Novanto, didampingi Riza Chalid, beberapa waktu lalu, dengan Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin.

Cina Minta Samadikun Ditukar dengan Tahanan Uighur


KAMIS, 21 APRIL 2016 | 16:55 WIB
Luhut: Cina Minta Samadikun Ditukar dengan Tahanan Uighur  
Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, saat coffee morning dengan sejumlah wartawan di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. Luhut menyampaikan harapannya agar Indonesia jangan mau didikte negara asing. TEMPO/Aditia Noviansyah
TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah Cina meminta pertukaran Samadikun Hartono dengan sejumlah warga suku Uighur yang ditahan di Indonesia. Samadikun adalah buron korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang ditangkap di sana.

"Soal permintaan, ada, sepertinya ada," ujar Luhut di gedung Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 April 2016.

Luhut mengatakan pemerintah Indonesia belum menanggapi permintaan tersebut. "Itu case yang dibicarakan berbeda, (soal tahanan Uighur) harus dibicarakan terpisah," katanya. Sejumlah warga Uighur diketahui ikut bergabung dalam kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

Meski Luhut tak gamblang menjelaskan rencana bagaimana membawa Samadikun ke Indonesia, dia menegaskan bahwa pemerintah sedang mengusahakannya. "Kami ingin melihat Samadikun bisa segera di Indonesia," tuturnya.

Samadikun adalah pemilik Bank Modern yang buron, setelah divonis 4 tahun penjara dalam kasus korupsi dana BLBI. Samadikun dianggap menyalahgunakan dana BLBI yang dikucurkan pemerintah ke Bank Modern, yang saat itu dihantam krisis 1997, sebesar Rp 169,4 miliar. Dari total jumlah itu, Samadikun bertanggung jawab atas sekitar Rp 11,9 miliar yang dipakainya untuk investasi.

Dia ditangkap pada 14 April 2016 melalui kerja sama pemerintah Cina dan Badan Intelijen Negara (BIN). Rencananya, Samadikun tiba di Indonesia hari ini.

YOHANES PASKALIS

----------

KAMIS, 21 APRIL 2016 | 21:44 WIB
Jaksa Agung dan Petinggi BIN Tunggu Samadikun di Halim
Samadikun Hartono. Dok. TEMPO/ Arie Basuki
TEMPO.COJakarta - Samadikun Hartono, buron kasus bantuan likuiditas bank Indonesia (BLBI), ditangkap tim pemburu koruptor di Cina, Jumat, 15 April 2016. Malam ini, Samadikun diterbangkan ke Indonesia.

Rencananya, Samadikun tiba di bandara Halin Perdanakusuma pukul 21.30. "Samadikun akan sampai Halim pukul 21.30," kata Direktur Informasi Badan Intelijen Negara Sundawan Salya melalui pesan singkatnya, Kamis, 21 April 2016.

Berdasarkan pantauan Tempo, hingga pukul 21.23 WIB, Samadikun belum terlihat datang. Namun VIP Lounge bandara Halim Perdanakusumah mulai dipadati para pewarta.

Selain itu tampak mobil satuan khusus tim pemburu koruptor milik Kejaksaan Agung  dengan pintu terbuka. Mobil Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga tampak bersiap di area VIP Lounge.

Sementara itu, belum tampak ada pengamanan khusus di pintu masuk maupun keluar bandara. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo pun tampak hadir menunggu di dalam VIP Lounge.

"Dari sini Samadikun akan dibawa ke Kejaksaan Agung untuk diperiksa terlebih dahulu, setelah itu akan dibawa ke Salemba," ujar Prasetyo saat memasuki VIP Lounge Halim Perdanakusuma.

INGE KLARA SAFITRI

April 20, 2016

Aneh-Aneh ?



BLBI Dinilai Aneh



Fahri menilai, perlakuan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terlalu berlebihan dan dianggap sebagai ajang cari panggung saja.

"Saya lihat cara penjemputan itu seperti jemput calon presiden," kata Fahri Hamzah, di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat, Minggu 24 April 2016.

"Jangan cari panggung. Caranya itu kurang pas. Harusnya penjemputan dilakukan sama rata, tidak karena dia itu siapa, jadi enggak pas kalau menurut saya," imbuhnya.

Fahri menyebut, perlakuan istimewa pada saat penjemputan buronan kelas kakap tersebut, dianggap aneh dan tidak adil.

"Ya memang agak aneh ya, dibilang buron, tapi kaya orang pulang piknik. Harusnya dilakukan sama. Kalau diduga salah, ya salah. Segala warga negara di mata hukum sama. Jangan ada perbedaan, apalagi sengaja diutamakan dengan diberi perlakuan berbeda," ungkapnya.

Dia menjelaskan, perlakuan dengan diberikannya fasilitas serta penjemputan tanpa diborgol dianggap perlakuan yang salah.

"Kurang pas caranya, harusnya sama seperti penjemputan yang lain. Kaya waktu Nazaruddin, itu kan diborgol di depan kan. Harusnya ya sama, perlakuan harus sama. Apa bedanya Samadikun sama Nazaruddin? Kan sama dong," tambahnya.

Diketahui, Samadikun mendapatkan perlakuan istimewa setelah ditangkap sebagai buronan 13 tahun.‎ Adapun keistimewaan itu di antaranya, Samadikun tidak diborgol, disambut Jaksa Agung M Prasetyo dan Kepala BIN Sutiyoso di VIP Bandara Halim Perdanakusuma dan dibawa dari China ke Jakarta menggunakan pesawat mahal atau nonkomersil.


(maf)
Penyambutan Buronan BLBI Samadikun Hartono Mirip Kedatangan Presiden

Diperkosa 15 Pria "SC"Jadi Linglung, Dua Pelaku Oknum Polisi

DUA PELAKU DIDUGA OKNUM POLISI
Diperkosa 15 Pria Gadis Jadi Linglung

MANADO (RIAUPOS.CO) - Kisah sangat menyedihkan dialami seorang gadis asal Manado Sulawesi Utara berusia 19 tahun berinisial SC. Dia menjadi linglung, lupa keluarga dan orangtuanya setelah diperkosa 19 pria.
    
Seperti dilansir di Manado Post (Jawa Pos Group), layaknya tragedi Yuyun yang membuat miris hati karena baru menjadi perhatian publik satu bulan setelah kejadian, derita yang dialami SC juga mirip. Kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang dialami SC juga baru diperhatikan berbagai kalangan empat bulan setelah kejadian. 

Kasus yang yang sudah dilaporkan ke polisi dengan 19 pelaku itu pada 31 Januari 2016. Namun, hingga empat bulan tak kunjung tuntas diproses. Diduga, pembiaran itu terjadi karena dua di antara pelaku adalah oknum anggota kepolisian. 

Orang tua korban akhirnya memberanikan diri membuka ke publik tentang nasib anaknya pada konferensi pers di Hotel Swiss Bell Manado Sabtu (7/5/2016). Mereka didampingi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulut, 

HC, ayah SC, berharap, peristiwa yang dialami anaknya ini dapat segera terungkap kejelasannya. Ia menginginkan para pelaku segera ditangkap dan diperiksa sesuai proses hukum yang berlaku. "Sekarang anak saya masih trauma. Dia sangat terpukul. Karena itu saya meminta petinggi kepolisian tidak pandang bulu atas kejadian ini, karena menurut informasi ada dua pelaku merupakan anggota polisi," ungkapnya.

Sementara itu ibu korban, RS, menjelaskan, dari pengakuan anaknya, ia dibuat tak sadarkan diri dengan narkoba jenis sabu. Ia hanya mengetahui ada sekitar 19 pelaku yang memerkosanya. Saat ini, dia dibawa berobat ke Ternate, sebab kondisinya cukup parah pasca kejadian itu. SC hampir-hampir tak mengenali orang yang berada di sekitarnya. “Orangtua mana yang tega melihat anaknya dilakukan seperti itu. Saya sangat mengutuk perbuatan para pelaku, semoga Tuhan membalas tindakan keji mereka,” ujarnya sembari meneteskan air mata.

Read more: http://www.riaupos.co/112063-berita-di-manado-ada-gadis-diperkosa-15-pria-hingga-jadi-linglung.html#ixzz48HKzhWqV
Kronologis kejadian kasus pemerkosaan yang membuat SV jadi korban berawal, saat dia dijemput dua teman perempuannya Y dan M. Keduanya merupakan teman sejak kecil. SC dibujuk untuk pergi ke Gorontalo dengan modus jalan-jalan. Tak tahu ternyata dalam perjalanan pacar Y juga ikut. Di Desa Bolangitang, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), korban diduga dicokok dengan narkoba jenis sabu, hingga tak sadarkan diri. 

Setibanya di Gorontalo korban langsung diboyong ke salah satu hotel pada 24 Januari. Di situ ia disetubuhi bergantian beberapa pelaku. Menurut pengakuan SC ada 19 pria. Pada 25 Januari karena ada operasi kepolisian di wilayah tersebut, korban dipindahkan ke hotel lain. Lagi, korban dipaksa mengonsumsi narkoba dan diperkosa. 

Setelah empat hari disekap di hotel, pada 29 Januari korban di antar pulang ke Manado dengan kondisi tubuh yang sudah penuh dengan memar-memar. Beberapa luka yang masih berdarah di bagian tubuh korban.

Di Gorontalo, kasus pemerkosaan yang menimpa SC juga membuat Polda Gorontalo perlu melakukan klarifikasi. Sebab beredar kabar bahwa dari 19 orang yang dilaporkan, dua di antaranya disebut oknum anggota Polda Gorontalo. Sehingga, kasus yang sebelumnya sudah ditangani Polda Sulawesi Utara (Sulut) dilimpahkan ke Polda Gorontalo.

Kepada Gorontalo Post (Jawa Pos Group), Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo AKBP S.Bagus Santoso mengemukakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke bagian PPA Dit Reskrimum berkaitan informasi dugaan pemerkosaan oleh oknum anggota Polda Gorontalo. “Sesuai informasi dari Dit Reskrimum Polda Gorontalo, sampai saat ini kami belum pernah menerima laporan dari korban atau pihak-pihak tertentu. Dan juga belum pernah menerima pelimpahan kasus tersebut dari Polda Sulut,” tegas Bagus Santoso.

Terpisah, Mabes Polri menegaskan untuk menindak tegas siapapun pelaku pemerkosaan yang dilakukan 19 orang di Manado. Tak terkecuali jika kebengisan itu melibatkan oknum polisi. "Siapapun pelakunya, kepolisian akan berupaya mengungkap semuanya. Siapapun yang berbuat harus bertanggung jawab," tegas Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, kemarin.

Boy Rafli menambahkan, pihaknya siap bekerja sama dengan semua lembaga diperlukan, baik itu pemda maupun lembaga lainnya untuk sama-sama menganalisis penyebab terjadinya aksi pemerkosaan.

Read more: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=112063&page=2#ixzz48HKm4kSH
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Venetia Ryckerens Danes mengungkapkan, pihaknya akan mengawal dengan serius kasus ini. “Sebab, dari keterangan-keterangan yang diperolehnya, melibatkan para pelaku dari institusi penegak hukum yakni polisi,” ujarnya. 

Masalah ini, lanjutnya, akan dibawa dalam rapat kementrian bersama menteri. Nantinya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan menurunkan tim Asdep kekerasan terhadap perempuan untuk melakukan pengawalan secara hukum dan juga proses rehabilitasi terhadap korban. 

Diakui Venetia, kasus ini sudah terjadi tindakan kriminal berlapis. Pertama, sudah terjadi penculikan, lalu ada juga kasus ancaman, kekerasan, penipuan, dan juga penyalahgunaan kekuasaan. “Kami akan menyurati Polda Sulut maupun Polda Gorontalo. Karena menurut informasi, ada dua TKP dalam kejadian ini, jadi bisa saja proses hukumnya ditangani dua Polda ini," ujarnya.

Terkait hak-hak korban. Venetia meenjanjikan proses rehabilitasi hingga ia benar-benar melupakan apa yang pernah terjadi padanya. "Ini merupakan kejahatan yang terorganisir," sebutnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulut Erny B Tumondo menambahkan, pihaknya akan melakukan pemulihan secara bertahap terhadap korban. Selaku pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas masyarakatnya yang mengalami kejadian seperti ini, akan mengawal baik proses hukum maupun pemulihan kesehatan dari korban. "Kami sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi anak ini merupakan anak yang baik, kenapa harus menjadi korban yang sebegitu mirisnya," jelas Tumondo sampai meneteskan air mata.(gnr/tr/far)

Laporan: JPG
Editor: Fopin A Sinaga


Read more: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=112063&page=3#ixzz48HK7DYTw






Masih ingat dengan sosok Winalia? wanita paruh baya asal Yogyakarta yang mencari pembeli rumahnya sekaligus akan menjadi suaminya. Aksi itu sempat membuat heboh banyak orang. Nah, kabar terbaru, Wina ternyata sudah mendapatkan teman hidup tanpa perlu lagi menjual rumahnya. 
Lalu siapa sosok lelaki itu?Adalah Muhammad Abdillah, 38 tahun. Duda yang berdomisili di Kaliurang, Yogyakarta ini menikahi Wina pada 20 Oktober lalu.
Adapun awal perkenalan keduanya saat Abdillah mencarikan rumah untuk temannya. Kebetulan pria yang usia lebih muda dua tahun dari Wina itu bekerja sebagai agen properti. “Dari situ kita mulai kenal. Komunikasi makin intens. Tidak hanya bicara masalah rumah namun juga masalah pribadi. Saya merasa ada kecocokan,” kata Wina tersipu malu saat berbincang dengan Dream lewat telepon, Senin 2 November 2015.
Wina semakin yakin dengan keseriusan Abdillah, setelah ia diajak bertemu dengan orangtua calon suaminya itu. “Saya jatuh cinta dengan akhlaknya. Dia juga serius. Ketika ia mengajak menikah, saya tak kuasa menolak,” ujar Wina.
Sumber: Surat Kabar. Co

April 19, 2016

Militer Bebaskan 14 WNI di Filipina

TNI diminta gelar operasi militer bebaskan 14 WNI di Filipina

Reporter : Darmadi Sasongko | Selasa, 19 April 2016 08:44
TNI diminta gelar operasi militer bebaskan 14 WNI di Filipina
abu sayyaf. ©2016 mindanaoexaminer.com
Merdeka.com - Langkah Pemerintah RI dinilai lamban dalam penanganan kasus penyanderaan 14 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo menyarankan TNI untuk melakukan sebuah operasi militer segera.
"Kelamaan, ini sudah dua minggu lebih. Sudah melewati deadlinenya Abu Sayyaf. Kita kan punya pasukan yang hebat-hebat, masuk saja," kata Hermawan Sulistyo di sela diskusi publik Quo Vadis RUU Keamanan Nasional di Universitas Brawijaya Malang, Senin (18/4) kemarin.
Alasan diplomasi yang digunakan pemerintah tidak sepenuhnya bisa diterima. Karena dalam beberapa kasus serupa pernah dialami oleh pemerintahan sebelumnya.
"Kita pernah ada pembajakan di Thailand, Woyla, bisa diserbu ke sana kok, kita pernah punya kasus di tempat-tempat lain. Ada pembajakan kapal di Somalia, bisa kita kirim pembebasan di sana. Hasilnya juga bagus," katanya.
TNI memiliki kemampuan komando dan kemampuan pasukan elite untuk menyelesaikan kasus ini. Harus ada risiko yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia.
"Kalau perlu perang dengan Filipina, ini integritas. Negara-negara kecil seperti Swedia dan Yunani, pengalaman di kasus bom Bali punya sikap tegas. Konstitusi mereka mengatur kalau ada satu saja warga negaranya yang diperlakukan seperti ini bisa diajak perang," urainya.
Kalau itu benar dilakukan oleh pemerintah, menurutnya sebagai pembelaan sebagaimana diamanahkan dalam UU Dasar 1945. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahnya.
"Ini sepuluh orang, sudah dua minggu. Tidak ngerti saya, kenapa lambat sekali keputusannya," katanya.[hhw]
Sumber: Merdeka .com

KEDAULATAN RAKYAT

KEDAULATAN RAKYAT
Penjual langit (satelit), kuota sinyal, kekuasaan lalu lintas udara, Penjual laut dan pulau, Pagar makan tanaman,(oknum penegak hukum). Kami tak butuh berita penyelidikan,Kami minta tindakan tegas atas pengusaha jahat,penjabat pemberi izin, penerima suap, pembakar hutan.
Pertanggungan Jawab Pengusaha /Investor Besar dan Asing ? (Dewa2 Penyelamat/?)
Sepanjang tersimak dan terdengar Ya..... tak ada. Mereka yang jadi biang “diam”. Tiaa...raap...
Belum diketahui berapa banyak pengusaha pertanian, perkebunan, pertambangan dan kehutanan yang memberikan atensi (sumbangan) untuk memadamkan kebakaran/pembakaran lahan/hutan.
Dimana mereka ?
Lantas teknologi Indonesia yang masih saja tidak (belum) mampu, maka perlu bantuan dari negara lain untuk memulihkan dampak dari kebijakan yang tidak bijaksana. Indonesia yang punya pabrik pesawat Udara harus menerima bantuan pemadam api ke negara lain.
Ketika Kabut Asap itu datang....... Jelas-jelas sekali si Jambek, yang berhutang. Kenapa "janggut" yang di suruh membayar ? Pengusaha dan agen asing ( oknum ? /Pemerintah ) yang untung. Kenapa "koin" rakyat yang harus membayar Oksigen dan obat ISPA ?
Beruk di rimba disusukan, Anak dipangku di lepaskan. Pengusaha Kaya dan Orang Asing punya lahan dan KP-KP,
Tanah Untuk Rakyat yang “lapar tanah” tidak ada....
Pengusaha Asing membuka jutaan hektar lahan. Nah ini Fakta , lihat daftar Jual (izin) yang diberikan pemerintah. Petani kita hanyalah " buruh tani/bangunan" di tanah "jajahan" miliknya.
Sedang dimana "penguhulu/Pangulu" ; Ketua Suku, Pimpinan Adat ? Kenapa pemerintah (Negara) tidak hadir melindungi tumpah Darahnya ?Apakah Undang-undang yang dijalankan tidak bertentangan dengan UUD 45 ?
Atau adakah pasal yang memberikan peluang, untuk menjual dan menggadaikan negeri ini kepada orang asing ? Terngiang-ngiang pulau-pulau kecil dijual dan dikelola sebagai objek wisata orang asing. Malah ada pulau yang hilang akibat tanhanya dijual kepada negara asing . Sementara itu jutaan petani penggarap tak punya tanah pertaniannya sendiri. Jutaan rakyat perkotaan yang miskin tanpa memiliki tanah untuk lahannya berusaha.
Dengan dalih membuka lapangan kerja, dengan gaya mendatangkan “dewa penyelamat” didatangkan/dibiarkan/deberikan izin ( dengan bayaran gratifikasi ?) orang asing mengelola bumi dan isi perutnya secara “serakah” . Lahan dan Hutan pun “punah”. Lingkungan pun jadi rusak. Siapa yang bertanggung jawab ? Maka terdengarlah penertiban dengan menangkap si petani (buruh tani) upahan kecil ditangkap dan diadili melanggar untung-undang.
Asing-asing saja kamu ini ...... Begitu orang "tua" ku menegurku, ketika ia melihat ada kesalahan dan sesuatu yang janggal Ini peringatan bukan peringatan dini . Jangan "lewati" garis batas. Pantangan itu.... Mudharatnya akan banyak... manfaatnya akan hilang. Itulah....
Ini asing-asing yang berbeda.... Semua serba asing Produk-produk asing model2 asing lagu2 asing makanan asing suami-suami asing isteri-isteri asing buah , sayur dan daging asing marah dan mimpinya asing Pemegang wewenang memberikan semua pada asing Menjual, tanah, air, dan langit kepada asing Kamu ini asing-asing saja. Bertuan kepada asing Berbudak anak dan isteri serta rakyat dan pejabat, pangulu sendiri. Neolibarilis ? Neo Kebersamaan ? Asing-asing saja kamu Asingklah daku Puas lah kamu sebagai agen si A Sing dan A Seng.
Mana... Mana...... Mana berita pembabatan; terhadap "si pagar makan tanaman" Ayam, ayam berbulu musang ... Tikus dan Buaya yang melalap rakus semua mangsa
Pemberi izin, penerima gratifikasi Kita memerlukan sapu dan kain pel yang bersih Air yang bersih Obat sterill Untuk pembersihan Menyeluruh Putuskan Rantai Asing
Revolusioner tanpa grasa-grusu Hukum yang berpihak pada Rakyat Membebaskan diri dari Pencintraan
Halo...... Halo-Halo ........Bandung Mari Bung....REBUT KEMBALI Kedaulatan NKRI..... Kedaulatan..... Jati Diri.... Di Darat, Laut, dan Angkasa
Walah-weleh....weleh... Pakau den.
Mana... Mana...... Mana berita pembabatan;
"si pagar makan tanaman" Ayam, ayam berbulu musang ... Tikus dan Buaya yang melalap rakus semua mangsa
Pemberi izin, penerima gratifikasi Kita memerlukan sapu dan kain pel yang bersih Air yang bersih Obat sterill Untuk pembersihan Menyeluruh Putuskan Rantai Asing
Revolusioner tanpa grasa-grusu Hukum yang berpihak pada Rakyat Membebaskan diri dari Pencintraan
Kembalikan kedaulatan RI dengan Berdikari, Mandiri,
SDA dan SDM Indonesia, dari, oleh dan Untuk Indonesia Raya, Rakyat lapar tanah, asing berfoya..... 
Marah dan sedihnya daku.