Juni 17, 2016

Hujan Di Padang – Tanggap Darurat tanggal 17 - 24 Juni 2016

Jumat, 17 Juni 2016 | 12:05

Ribuan Rumah di Padang Terendam Banjir 

Banjir melanda kawasan Simpang Kalumpang, Padang, Sumatera Barat, Jumat 17 Juni 2016. 

Padang - Ribuan rumah di Padang, Sumatera Barat, terendam banjir akibat hujan yang mengguyur daerah itu sejak Kamis (16/6). Banjir melanda tujuh kecamatan dengan ketinggian air 50 sentimeter hingga 1,4 meter. Banjir dengan ketinggian hingga 1,4 meter merendam ribuan rumah di Kelurahan Lubuk Buaya, Tunggul Hitam, Pangambiran, Ampalu (Arai Pinang), Banda Gadang, Maransi, Parang Jambu, Jondul, Seberang Padang, Pampangan, Seberang Palinggam, Lolong, Bungus dan Marapalam. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Zulfiatno di Padang, Jumat, (17/6), menyatakan hujan ekstrem dengan intensitas di atas 300 milimeter sejak pukul 16.00 WIB hingga 23.30 WIB menyebabkan sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan banjir. Sebanyak 14 kelurahan di tujuh kecamatan terendam banjir. Tujuh kecamatan yang direndam banjir adalah Koto Tangah, Lubuk Begalung, Nanggalo, Padang Selatan, Padang Barat, Bungus Teluk Kabung, dan Padang Timur. Banjir tersebut menyebabkan sejumlah warga Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, harus makan sahur di tempat evakuasi. "Malam tadi saya dievakuasi dari rumah, mengungsi sementara ke rumah ketua rukun warga (RW), jadi makan sahur di sini," kata seorang warga setempat, Ganih (60). Ia menyebutkan banjir juga menyebabkan longsor pada ruas jalan Padang-Painan di kilometer 26, tepatnya di antara Sungai Barameh dan Kelok Jaring, sehingga akses jalan terputus. Namun material longsor telah berhasil dibersihkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II bersama Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Sumbar sekitar pukul 03.00 WIB. "Kendaraan besar telah bisa melintas kembali," ujarnya. Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Budi Samiadji menyampaikan curah hujan yang mengguyur Padang sejak Kamis mencapai 384 milimeter dan kecepatan angin 40 kilometer per jam. "Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berpotensi terjadi di Padang, Padangpariaman, Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, Padang Panjang hingga pukul 12.30 WIB," katanya. /AB-ANTARA
 =======

Tanggap darurat tanggal 17 - 24 Juni 2016


 Padang- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, hingga kini masih dilakukan penanganan darurat banjir dan longsor di Sumatera Barat yang meliputi Kota Padang, Kabupaten Pariaman dan Kabupaten Agam. "Guna memudahkan penanganan darurat, maka Wali Kota Padang telah memberlakukan masa tanggap darurat tanggal pada 17 - 24 Juni 2016," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Jumat (17/6). Saat banjir Kamis (16/6), Kota Padang lumpuh sekitar 8 jam akibat terendam banjir dengan ketinggian 50-150 cm. "19 kelurahan di 10 kecamatan di Kota Padang mengalami banjir," kata Sutopo. Sedangkan di Padang Pariaman banjir terjadi di satu kecamatan. Dampak yang ditimbulkan satu orang meninggal atas nama Risman (63) akibat terpeleset. Korban adalah warga Jl. Mustika 12 Ampalu Pegambiran Nan XX, Lubuk Begalung. Selain itu tiga orang dilaporkan hanyut dan belum ditemukan. "Kerugian material akibat banjir masih dalam pendataan oleh BPBD," kata Sutopo. Meski demikian,kata Sutopo, saat ini banjir sudah surut. Masyarakat yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. "Masyarakat masih membersihkan rumah dari lumpur dan mengeringkan perabotan rumah yang basah," kata dia. Sebanyak 740 personel dari tim gabungan dari BPBD, Lantamal, Kodim 0312, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, TRC Semen Padang, KSB, Pramuka Peduli dan unsur kebencanaan lainnya terlibat dalam penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat BNPB telah berada di Kota Padang dan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 200 juta untuk BPBD Provinsi Sumatera Barat dan Rp 300 juta untuk BPBD Kota Padang. Bantuan dana siap pakai tersebut digunakan untuk operasional penanganan darurat bencana. Sutopo mengatakan, Tim BNPB, BPBD Sumbar, BPBD Kota Padang, Dinas Sosial dan relawan telah melakukan rapat koordinasi tentang distribusi paket buka puasa dan sahur bagi warga terdampak. Untuk mendukung distribusi makanan siap saji, didirikan dapur umum lapangan. Meskipun banjir telah surut, Sutopo menegaskan, masyarakat diimbau tetap waspada. BMKG memperkirakan selama tiga hari ke depan (17-20 Juni 2016), curah hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Sumatera. Pemicunya, suhu muka laut masih hangat di atas normal perairan Indonesia barat, masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia di maritim kontinen Indonesia, dan lemahnya aliran masa udara dingin Australia di wilayah Indonesia. Whisnu Bagus Prasetyo/WBP BeritaSatu.com
==========
Berita SInggalang;
Jalan Padang – Painan Putus Total
Jalan Padang – Painan dilaporkan putus total akibat longsoran tanah perbukitan di kilometer 27, Kelok Jariang, Bungus, Padang, Kamis (16/6) malam.Di lokasi tersebut, timbunan material menutupi badan jalan hingga lima meter dengan panjang sekitar enam meter.Kepala Bagian Operasi Polresta Padang, Kompol Sumintak mengatakan, di sekitar lokasi tersebut, juga terdapat ada empat titik longsor lagi, namun masih sebagian badan jalan saja.“Kita sudah hubungi pihak BPBD melalui Kepala Pemadam Kebakaran, dan menurut informasi pihak BPBD propinsi sudah menuju Bungus,” ujarnya.(arief)
Hujan yang cukup lebat mengguyur Kota Padang sejak Kamis sore menyebabkan sejumlah jalan utama tergenang air, bahkan tak bisa dilewati sama sekali.Jalan tersebut antara lain A Yani, Sudirman, S Parman, Bandar Purus, Jhoni Anwar, Gajah Mada dan Ujung Gurun.Untuk Jalan A Yani, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Begitu juga di Jalan Bandar Purus dan Ujung Gurun yang berbahaya jika dilewati kendaraan.Pantauan SINGGALANG, pengendara tak berani melewati jalan Gajah Mada karena air yang cukup tinggi. Sejumlah kendaraan terlihat memutar arah.
Sementara di Jalan Sudirman, kondisi yang paling parah terdapat di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar. tetapi sejumlah pengendara terlihat tetap nekat melewatinya. Tak ayal, beberapa motor terlihat terjebak di sana, karena mesin mati.(arief)
Empat penerbangan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman harus dialihkan akibat tidak bisa mendarat, menyusul hujan deras, Kamis (16/6).“Sejak pukul 17.00 WIB ada empat penerbangan yang dialihkan, dua ke Medan dan dua lagi Pekanbaru,” kata Manajer Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Alzok Pendra.Menurut dia, hujan deras yang mengguyur kota Padang menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga dikhawatirkan akan membahayakan pendaratan pesawat.Empat pesawat itu merupakan penerbangan dari Jakarta, yakni Batik Air 7109, Sriwijaya Air 022, Lion Air 354 dan Citilink 974.“Empat pesawat tersebut akan diberangkatkan lagi jika cuaca sudah membaik, untuk saat ini pilihan paling aman mendarat sementara di Medan dan Pekanbaru,” ujarnya.Akan tetapi lanjutnya untuk lepas landas tidak ada masalah dan dapat dilakukan yang saat ini dilarang adalah pendaratan.(aci) sumber:antara
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Padang Pariaman, Kamis (16/6) melaporkan 60 persen wilayah Sumbar diguyur hujan.Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariaman, Budi Samiaji mengatakan, beberapa daerah Sumbar yang diguyur hujan dengan intensitas tinggi yakni khususnya di utara Sumbar dan pesisir pantai.“Secara umum untuk keseluruhan, intensitas hujan bervariasi yakni sedang hingga lebat,” ujarnya.Hujan tersebut juga disertai angin yang cukup kencang khususnya di pesisir pantai Sumbar, dengan kecepatan maksimal 18 knots atau 33 kilometer per jam.(aci)
“Tim perahu karet BPBD Sumbar dan Badan SAR Nasional (Basarnas) sudah diturunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga,” kata Kepala BPBD Sumbar Zulfiatno.Tujuh lokasi yang diturunkan tim tersebut ialah Lubuk Buaya, Jondul, Ampalu, Pegambiran, Badar Gadang, Seberang Padang dan Arai Pinang.“Ada tiga lokasi dan tim sedang bersiap turun yakni untuk kawasan Lolong, Tunggul Hitam dan Pampangan,” katanya.Selain itu, ia menyampaikan BPBD Bukittinggi juga sedang mempersiapkan perahu karet untuk merapat ke Kota Padang.(aci)

Lelang Seluruh Aset Samadikun Hartono

Lelang Seluruh Aset Samadikun Hartono

Oleh Nafiysul Qodar
pada 16 Jun 2016, 23:16 WIB

Terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono (tengah) tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (21/4/2016) Samadikun telah ditangkap di Shanghai, China beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Liputan6.com,

Jakarta - Terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono meminta uang ganti rugi negara sebesar Rp 169 miliar dibayar dengan cara dicicil‎. Namun, Kejaksaan Agung menolak permintaan tersebut. Samadikun diharuskan langsung melunasi pembayaran ganti rugi tersebut. Jika tidak, seluruh aset yang dimiliki akan disita dan segera dilelang.
"Pembayaran harus tunai.‎ Kita nggak mau mengikuti dia, minta (dicicil) empat tahun," ujar Jampidsus Arminsyah di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (16/6/2016). Namun, Arminsyah tak menyebutkan kapan tepatnya tenggat waktu yang diberikan kepada Samadikun untuk melunasi ganti rugi itu. "Ya pokoknya kita minta secepatnya bayar.‎ Tidak ada tenggat waktu. Kita minta dan cari asetnya, begitu saja," tandas dia. Kejagung juga berjanji akan segera melelang seluruh aset Samadikun jika tak kunjung melunasi utang. Tapi, lagi-lagi dia tidak menyebutkan kapan persisnya lelang dilaksanakan. Apalagi, aset Samadikun saat ini disebut-sebut belum cukup untuk melunasi utangnya. "Memutuskan aset dilelang sesegara mungkin. Kan Aset yang kelihatan itu nggak menutupi ya. Yang di Menteng (katanya) sudah menutupi itu nggak benar," pungkas Arminsyah. Divonis Bersalah Samadikun sebelumnya merupakan buronan kasus BLBI sejak tahun 2003. Dia baru berhasil dipulangkan dari Shanghai ke Indonesia 13 tahun kemudian atau pada Jumat 22 April lalu berkat kerja sama dengan pihak kepolisian Tiongkok.
‎Berdasarkan putusan Mahkamah Agung tanggal 28 Mei 2003, Samadikun divonis bersalah telah menyelewengkan dana BLBI untuk penyehatan PT Bank Modern Tbk. Saat itu Samadikun menjadi komisaris utama bank tersebut. PT Bank Modern Tbk menerima BLBI dalam bentuk Surat Berharga Pasar Uang Khusus (SBPUK), fasilitas diskonto, dan dana talangan valas sebesar Rp 2,5 triliun.
Dana tersebut seharusnya digunakan untuk menyelamatkan Bank Modern yang terimbas krisis moneter di akhir era pemerintahan Soeharto. Namun, oleh Samadikun uang itu digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Dana yang dia gunakan secara keseluruhan mencapai Rp 80.742.270.528,81. Negara pun merugi hingga Rp 169.472.986.461,52 atau Rp 169 miliar.
 BACA JUGA Kejagung Siap Sita Aset Samadikun
Jika Uang Pengganti Dicicil Ini Ruginya Uang Negara Dibayar Tidak Tunai oleh Koruptor
ICW: Samadikun Cicil Uang Negara, Kejagung Terlalu Murah Hati

Juni 16, 2016

Muslim Tionghoa Akan Bangun Masjid di Padang

Muslim Tionghoa Akan Bangun Masjid di Padang PADANG – Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Barat (Sumbar) berencana akan membangun masjid dengan rancangan unik di Kota Padang dalam rangka mendukung program pemerintah setempat membentuk kota religius. “Dibentuk dengan rancangan unik dan menarik agar dapat pula lebih menarik generasi muda untuk menyemarakan masjid,” kata Ketua PITI Sumbar Muslim Nur di Padang, Kamis (16/6/2016). Ia mengatakan pembangunan itu direncanakan di kawasan Kampung Pondok yang sekaligus untuk mengembangkan pariwisata Kota Padang, terutama menarik wisatawan muslim dari luar daerah itu. Namun, ia menyampaikan pembangunan masjid itu masih terkendala permasalahan tempat. “Kami telah berkoordinasi dengan Lurah Kampung Pondok, Kecamatan Padang Selatan dan lurah menanggapi baik perencanaan PITI itu,” katanya. Menurutnya, koordinasi secara lisan telah dilakukan pula dengan pihak pemerintah kota yang menerangkan untuk segi bangunan dirancang dengan kebutuhan tanah minimal 500 meter. Terkait sumber dana pembangunan masjid, ia menjelaskan dananya murni berasal dari hasil sumbangan keluarga Persatuan Islam Tionghoa se-Sumbar dan tidak ada sumber dana lain.(*/rahmat) Sumber: antara

Juni 11, 2016

Kesimpulan Kasus Sumber Waras di DPR

Senin, 13 Juni 2016, 22:00 WIB

KPK Sampaikan Kesimpulan Kasus Sumber Waras di DPR Besok

Red: Bilal Ramadhan Antara/Yudhi Mahatma
Ketua KPK Agus Raharjo
memaparkan kelanjutan penanganan kasus dugaan korupsi
pembelian tanah RS Sumber Waras di Gedung KPK, Jakarta
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi akan menyampaikan kesimpulan sementara dalam penyelidikan laporan tindak pidana korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,64 hektare.
 "Terus terang tadi ada ekspose mengenai Sumber Waras, sudah ada konklusinya yang akan dibuka di DPR besok," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam temu media di gedung KPK Jakarta, Senin (13/6). KPK dalam penyelidikan Sumber Waras ini sudah meminta keterangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 12 April 2016. Usai dimintai keterangan, Ahok mengaku Badan Pemeriksa Keuangan menyembunyikan data kebenaran karena meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan yaitu menyuruh untuk membatalkan transaksi pembelian lahan RS Sumber Waras.
 "Tapi ada lagi satu yang tertunda, kami mau menanyai satu instansi lagi, tapi konklusi yang lain sudah jadi. Bisa saja kasus itu tidak memenuhi harapan beberapa pihak tapi memenuhi harapan pihak lain. Konklusinya besok akan kami sampaikan di DPR," tambah Agus.
 Sebelumnya, kesimpulan sementara KPK terhadap pembelian lahan RS Sumber Waras seluas 3,64 hektare itu berbeda dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan DKI Jakarta 2014, yang menyatakan pembelian tanah itu berindikasi merugikan keuangan daerah hingga Rp191,3 miliar karena harga pembelian pemprov DKI terlalu mahal. BPK mengacu pada harga pembelian PT Ciputra Karya Utama (CKU) kepada Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) tahun 2013 sebesar Rp564,3 miliar. CKU kemudian membatalkan pembelian lahan itu karena peruntukan tanah tidak bisa diubah untuk kepentingan komersial.
 Dalam LHP, antara lain BPK merekomendasikan agar pemprov menagih tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) selama 10 tahun sejak 1994-2014 senilai lebih dari Rp 3 miliar. Selain itu, BPK juga merekomendasikan Basuki agar memberikan sanksi kepada Tim Pembelian Tanah yang dinilai tidak cermat dan tidak teliti memeriksa lokasi tanah berdasarkan Zona Nilai Tanah.
 Sampai saat ini laporan korupsi RS Sumber Waras masih dalam tahap penyelidikan dengan memanggil lebih dari 33 orang untuk dilakukan permintaan keterangan. Ahok menilai bahwa pemprov DKI Jakarta membeli lahan di Jalan Kyai Tapa 1 Grogol Jakarta Barat itu karena Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada 2014 adalah sebesar Rp20,7 juta per meter persegi, sehingga pemprov DKI Jakarta diuntungkan karena pemilik lahan menjual dengan harga NJOP sehingga total harganya Rp755,6 miliar sedangkan pada harga pasar, nilainya lebih tinggi.
 Sumber : Antara


KPK:
Royani, Sopir Sekretaris MA Masih di Indonesia 

Oleh Oscar Ferri pada 11 Jun 2016, 18:56 WIB(Liputan6,com/Helmi Afandi)
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tak akan berhenti mencari keberadaan Royani, orang yang disebut-sebut sebagai sopir sekaligus ajudan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Royani 'menghilang' dalam dua bulan terakhir sejak namanya diagendakan diperiksa KPK dalam kasus dugaan suap pengajuan peninjauan kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK menyatakan Royani adalah saksi yang memegang peranan penting dalam kasus tersebut. Menurut Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief, pihaknya sudah berhasil mengendus keberadaan Royani. Namun, dia masih menolak menyebutkan di mana, sebab dikhawatirkan membuat Royani akan berpindah tempat. "Kami tidak bisa dong bilang posisi. Misalnya kita kasih tahu posisinya, nanti dia pindah ke mana," ujar Syarief, Sabtu (11/6/2016). Syarief mengatakan, KPK telah mengerahkan segala cara untuk menemukan keberadaan Royani tersebut. Dari informasi-informasi yang diterima pihaknya, Royani masih di Indonesia, namun kerap berpindah-pindah lokasi 'persembunyian'. "Ada beberapa informasi (yang diterima) masih ada di Indonesia. Tapi dia selalu berpindah-pindah tempat. Setiap hari bergerak," ujar Syarief. ‎Royani sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik KPK.
 Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bahkan, keberadaannya tidak diketahui sampai saat ini. Oleh karena itu, KPK kesulitan untuk mengorek keterangan orang yang disebut-sebut sopir sekaligus ajudan Sekretaris MA, Nurhadi itu.

Sedangkan Nurhadi juga telah beberapa kali diperiksa KPK mengenai kasus dugaan suap tersebut. Namun demikian, KPK sudah mengirim surat pencegahan ke Ditjen Imigrasi atas nama Royani dan Nurhadi. Pencegahan itu berlaku untuk 6 bulan ke depan, agar sewaktu-waktu dibutuhkan keterangan kedua bersangkutan tidak sedang di luar negeri. Dalam kasus dugaan suap pendaftaran perkara PK pada PN Jakpus ini KPK sudah menetapkan dua tersangka. Mereka yakni Panitera/Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution dan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Ariyanto Supeno. Edy diduga dijanjikan uang hingga Rp 500 juta oleh Doddy. Pada saat ditangkap tangan, KPK menemukan uang Rp 50 juta yang diduga sebagai suap. Namun pada perkembangannya, KPK menemukan indikasi ada penerimaan lain oleh Edy sebesar Rp 100 juta dari Doddy.
====
 Liputan6.com, Jakarta - Jangankan batang hidungnya, kelebatan bayangan Royani sang sopir Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi pun tidak terlihat. Dua kali dipanggil, pria yang juga asisten Nurhadi itu tidak hadir tanpa alasan alias mangkir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun masih memburu Royani.
 "Kita masih dalam upaya untuk mencari yang bersangkutan," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (25/5/2016). Dia mengaku belum mengetahui penyidik akan melayangkan panggilan ketiga untuk Royani. Yang jelas, saat panggilan ketiga dikeluarkan, itu artinya penyidik akan menjemput paksa Royani. "Sebenarnya ketika ada panggilan ketika penyidik sudah bisa membawa paksa. Kita sedang dalam upaya menghadirkan yang bersangkutan," kata Yuyuk.

Lalu, apakah KPK sudah mengetahui identitas yang diduga menyembunyikan Royani? Apakah itu dari pihak Mahkamah Agung? "Kalau sudah terang, kita pasti akan menanyakan ke yang bersangkutan, eh kamu di mana menyembunyikan Royani? Tapi kalau memang ada oknum yang menyembunyikan memang ada," ucap Yuyuk. Namun dia tidak menyebutkan oknum itu berasal dari MA atau pihak lain. "Sedang diselidiki," tukas Yuyuk. Tak mau putus asa, beberapa waktu lalu, KPK mengirim surat ke MA agar bisa menghadirkan Royani. KPK membutuhkan keterangan Royani untuk mengusut kasus dugaan suap pengamanan perkara peninjauan kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. "Kami akan mengirimkan surat ke MA, kalau bisa menghadirkan Royani dalam waktu dekat," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/6/2016). "Ada informasi yang ingin diketahui dari yang bersangkutan," lanjut dia. Sementara Nurhadi, usai diperiksa penyidik KPK pada Selasa kemarin membantah telah menyembunyikan sopirnya itu. "Siapa yang ngomong? Tidak benar itu. Tidak benar," tegas Nurhadi. Dia bahkan mengaku tidak tahu-menahu tentang keberadaan anak buahnya tersebut. "Tidak tahu," ujar Nurhadi. Ketika kembali ditegaskan soal keberadaan Royani, Nurhadi malah menjawab, "Ada di kantor." KPK sendiri sudah mengirim surat pencegahan ke Direktorat Jenderal Imigrasi terhadap Royani. Dia dicegah ke luar negeri untuk enam bulan ke depan demi kepentingan penyidikan. Sebagai informasi, kasus pengamanan perkara PK ini terungkap dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu. Pada tangkap tangan itu, KPK menangkap Panitera PN Jakpus, Edy Nasution dan satu orang swasta bernama Doddy Aryanto Supeno. ====
Digeledah dan Uang Disita KPK,
Sekretaris MA Belum Lapor Pimpinan
 Oleh Nafiysul Qodar pada 22 Apr 2016, 15:16 WIB

Suasana rumah mewah Sekjen Mahkamah Agung (MA) Nurhadi di Jalan Hang Lekir V, Kebayoran Baru, Jakarta, usai digeledah oleh KPK, Kamis (21/4). Penggeledahan terkait OTT KPK terhadap panitera PN Jakpus, Edy Nasution. (Liputan6.com/Gempur M Surya) Suasana rumah mewah Sekjen Mahkamah Agung (MA) Nurhadi di Jalan Hang Lekir V, Kebayoran Baru, Jakarta, usai digeledah oleh KPK, Kamis (21/4). Penggeledahan terkait OTT KPK terhadap panitera PN Jakpus, Edy Nasution. (Liputan6.com/Gempur M Surya) Liputan6.com,

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah ruang kerja dan kediaman Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Penggeledahan ini diduga terkait kasus suap permohonan Peninjauan Kembali (PK) di PN Jakarta Pusat.

Senin, 13 Juni 2016, 22:00 WIB KPK Sampaikan Kesimpulan Kasus Sumber Waras di DPR Besok Red: Bilal Ramadhan Antara/Yudhi Mahatma Ketua KPK Agus Raharjo memaparkan kelanjutan penanganan kasus dugaan korupsi pembelian tanah RS Sumber Waras di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (10/3). Ketua KPK Agus Raharjo memaparkan kelanjutan penanganan kasus dugaan korupsi pembelian tanah RS Sumber Waras di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (10/3). REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi akan menyampaikan kesimpulan sementara dalam penyelidikan laporan tindak pidana korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,64 hektare. "Terus terang tadi ada ekspose mengenai Sumber Waras, sudah ada konklusinya yang akan dibuka di DPR besok," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam temu media di gedung KPK Jakarta, Senin (13/6). KPK dalam penyelidikan Sumber Waras ini sudah meminta keterangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 12 April 2016. Usai dimintai keterangan, Ahok mengaku Badan Pemeriksa Keuangan menyembunyikan data kebenaran karena meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan yaitu menyuruh untuk membatalkan transaksi pembelian lahan RS Sumber Waras. "Tapi ada lagi satu yang tertunda, kami mau menanyai satu instansi lagi, tapi konklusi yang lain sudah jadi. Bisa saja kasus itu tidak memenuhi harapan beberapa pihak tapi memenuhi harapan pihak lain. Konklusinya besok akan kami sampaikan di DPR," tambah Agus. Sebelumnya, kesimpulan sementara KPK terhadap pembelian lahan RS Sumber Waras seluas 3,64 hektare itu berbeda dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan DKI Jakarta 2014, yang menyatakan pembelian tanah itu berindikasi merugikan keuangan daerah hingga Rp191,3 miliar karena harga pembelian pemprov DKI terlalu mahal. BPK mengacu pada harga pembelian PT Ciputra Karya Utama (CKU) kepada Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) tahun 2013 sebesar Rp564,3 miliar. CKU kemudian membatalkan pembelian lahan itu karena peruntukan tanah tidak bisa diubah untuk kepentingan komersial. Dalam LHP, antara lain BPK merekomendasikan agar pemprov menagih tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) selama 10 tahun sejak 1994-2014 senilai lebih dari Rp 3 miliar. Selain itu, BPK juga merekomendasikan Basuki agar memberikan sanksi kepada Tim Pembelian Tanah yang dinilai tidak cermat dan tidak teliti memeriksa lokasi tanah berdasarkan Zona Nilai Tanah. Sampai saat ini laporan korupsi RS Sumber Waras masih dalam tahap penyelidikan dengan memanggil lebih dari 33 orang untuk dilakukan permintaan keterangan. Ahok menilai bahwa pemprov DKI Jakarta membeli lahan di Jalan Kyai Tapa 1 Grogol Jakarta Barat itu karena Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada 2014 adalah sebesar Rp20,7 juta per meter persegi, sehingga pemprov DKI Jakarta diuntungkan karena pemilik lahan menjual dengan harga NJOP sehingga total harganya Rp755,6 miliar sedangkan pada harga pasar, nilainya lebih tinggi. Sumber : Antara
Dalam penggeledahan itu, KPK mengamankan sejumlah uang. Juru bicara MA, Suhadi membenarkan adanya sejumlah uang yang diamankan KPK saat penggeledahan. Namun dia tidak tahu persis apakah uang itu terkait perkara dugaan suap di PN Jakpus. "Iya, tapi uang itu uang apa kan? Apakah ada korelasi dengan perkara? Ada korelasi dengan melanggar hukum atau itu uang milik pribadi yang bersangkutan? Ini belum jelas," ujar Suhadi di Gedung MA, Jakarta Pusat, Jumat (22/4/2016). Hingga saat ini, Suhadi mengaku belum mendapat laporan apa-apa dari KPK terkait penggeledahan di kantor dan rumah Nurhadi.‎ Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada KPK terkait temuan uang itu. "Biar merekalah yang bertugas dan punya kewenangan untuk itu," tutur dia.


 KPK juga telah meminta Ditjen Imigrasi agar mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Nurhadi. Namun ‎MA belum mendapatkan pemberitahuan resmi baik dari KPK maupun Dirjen Imigrasi terkait pencegahan ini. Bahkan Nurhadi juga belum melapor ke pimpinan MA. "Mungkin sebentar lagi beliau akan lapor ke pimpinan MA. Tapi sampai tadi saya cari info belum ada laporan," ucap Suhadi. ‎MA juga belum mengeluarkan kebijakan apa-apa terkait penggeledahan dan pencegahan Nurhadi. Apalagi MA belum mengetahui tujuan pencegahan untuk Nurhadi itu kapasitasnya sebagai apa. "Terkait Pak Nurhadi kita belum tahu, belum ada pemberitahuan dari KPK apakah dia kapasitasnya sebagai saksi atau tersangka," kata dia.

Hingga saat ini, pimpinan MA masih menunggu penjelasan dari Nu‎rhadi terkait penggeledahan dan pencegahan yang dilakukan KPK. Jika terbukti terlibat dalam perkara suap di PN Jakpus, Nurhadi terancam akan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Sekretaris MA. "‎Sampai sekarang belum ada yang mencegah untuk berhenti bekerja," pungkas Suhadi.
 Sebelumnya, Ditjen ‎Imigrasi telah mengeluarkan surat pencegahan bepergian terhadap Nurhadi dengan nomor KEP -484/01-23/04/2016. Surat pencegahan bepergian selama 6 bulan itu berdasarkan permintaan KPK karena Nurhadi dalam perkara ini sebagai saksi.

Juni 07, 2016

Muhammad Ali Pahlawan Amerika

Muhammad Ali sebagai Pahlawan 


Sejak gejolak pergerakan hak-hak sipil tahun 1960an sampai pasca 9/11, Ali adalah seorang pahlawan yang membuat Muslim AS merasa jadi bagian rakyat Amerika.
 Muhammad Ali berbicara di konvensi Muslim kulit hitam di Chicago, AS, 25 Februari 1968, Reuters 06.06.2016 




Petinju Legendaris Muhammad Ali Meninggal dalam Usia 74 Tahun
Multimedia Video Curahan Belasungkawa untuk Almarhum Muhammad Ali

. Tweet Pin It Terkait Muhammad Ali, Tokoh yang Paling Dicintai sekaligus Kontroversial AS dan Dunia Berduka Kehilangan Sang Juara Tinju dan Tokoh Kemanusiaan Muhammad Ali Dimakamkan Jumat, Bill Clinton akan Beri Eulogi


Kematian legenda tinju Muhammad Ali membuat warga Muslim di Amerika kehilangan seseorang yang mungkin merupakan pahlawan terbesar mereka, duta kehormatan untuk Islam di sebuah negara tempat keyakinan minoritas disalahpahami dan dicurigai. "Kami bersyukur pada Tuhan ada dia," ujar Talib Shareef, presiden dan imam Masjid Muhammad di Washington, kepada sekelompok pemimpin Muslim yang memberi penghormatan kepada Ali di Washington hari Sabtu (4/6), sehari setelah ia meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Phoenix pada usia 74 tahun.

"Amerika seharusnya berterima kasih pada Tuhan atas dia. Ia adalah pahlawan Amerika." Sejak gejolak pergerakan hak-hak sipil dan Muslim kulit hitam tahun 1960an sampai hari-hari kelam setelah 11 September 2001, Ali adalah seorang pahlawan yang membuat Muslim AS merasa jadi bagian rakyat Amerika.
 Komunitas Muslim mengingat Ali untuk banyak alasan, yakni sebagai aktivis keadilan sosial, pendukung banyak kegiatan amal sepanjang hidupnya, dan menolak perang AS di Vietnam. Selain itu, menurut mereka, ia adalah seorang Muslim yang dihormati di sebuah negara yang mayoritasnya Kristen, bahkan saat Ali membuat banyak orang terkejut dan takut saat ia bergabung dengan kelompok Nation of Islam dan mengubah namanya dari Cassius Clay tahun 1964. "Ketika kita melihat sejarah komunitas Afrika Amerika, salah satu faktor penting dalam mempopulerkan Islam di Amerika adalah Muhammad Ali," ujar Warith Deen Mohammed II, putra mantan pemimpin Nation of Islam, dalam sebuah pernyataan. Dengan sekitar 3,3 juta orang di AS, Muslim mencakup 1 persen populasi, sebagian besar imigran dan orang Afrika Amerika yang memeluk agama itu. Meskipun mereka telah berintegrasi ke dalam masyarakat lebih baik dibandingkan dengan sesama Muslim di Eropa, Muslim Amerika mengalami kesulitan bahkan ketika secara demografis, jumlah orang kulit putih dan orang Kristen berkurang. Sejak 2001, mereka menghadapi reaksi buruk dari warga Amerika yang menyamaratakan semua Muslim dengan mereka yang menyerang warga sipil atas alasan jihad. ◀▶<▶>1/20⇱ Sembunyikan Keterangan Berpuluh tahun yang lalu, pemimpi-pemimpin Muslim kulit hitam seperti Elijah Muhammad dan Malcolm X menggebrak pemerintah kulit putih sebagai minoritas agama dan etnis yang menuntut persamaan atas kelompok mereka. Elijah Mohammad memperjuangkan semacam penolakan terhadap penindasan oleh kulit putih dan menolak integrasi ras. Ali dipuja-puja secara luas, tapi ada saatnya ia ditolak, sebagian besar oleh orang kulit putih dan juga beberapa pemimpin kulit hitam karena pernyataan-pernyataannya yang keras melawan supremasi kulit putih dan penolakannya untuk mengikuti model yang dicontohkan oleh Martin Luther King, seorang Kristen. "Pembersihan citra Ali pada tahun-tahun belakangan telah membuat banyak orang lupa bahwa ia dicaci-maki banyak pihak pada tahun 1960an karena memeluk agama Islam dan karena menolak wajib militer," ujar Frank Guridy, profesor tamu bidang sejarah di Columbia University. "Ia dianggap sebagai pengkhianat Amerika Serikat." Tahun 1970an, Ali memeluk ajaran Islam Sunni, sekte terbesar diantara Muslim di dunia, dan menekuni Sufisme. Pada pertemuan pemimpin Muslim Amerika di Washington, pembicara demi pembicara mengenangnya dengan penuh rasa sayang sebagai Muslim yang akhirnya dicintai rakyat Amerika. Ali membela warga Muslim Desember lalu, setelah kandidat calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengusulkan penghentian sementara masuknya Muslim ke negara itu, menyusul serangan militan Islamis di Paris dan San Bernardino, California. "Para pemimpin politik kita seharusnya menggunakan posisi mereka untuk membawa pemahaman mengenai agama Islam, dan menjelaskan bahwa para pembunuh yang salah arah itu memiliki pandangan yang melenceng mengenai apa Islam sebenarnya," ujar Ali dalam pernyataan. Ia juga menggunakan pengaruhnya untuk mengadvokasi pembebasan Jason Rezaian, wartawan Washington Post yang dipenjara 18 bulan di Iran, dan Daniel Pearl, wartawan Wall Street Journal yang ditangkap ekstremis Islamis di Pakistan, dan kemudian dipenggal kepalanya tahun 2002. "Muhammad Ali adalah hadiah dari Tuhan," ujar Nihad Awad, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam, "bukan hanya untuk Muslim tapi juga untuk dunia." [hd]

Juni 04, 2016

Muhammad Ali Meninggal Dunia

Muhammad Ali Meninggal Dunia

Melalui akun resmi Instagram miliknya, Manny Pacquiao berharap kesembuhan Muhammad Ali. Ia pun mengajak semua untuk menyatukan pikiran dan doa untuk kesembuhan Muhammad Ali. Namun beberapa jam kemudian Muhammad Ali meninggal dunia, Sabtu (4/6/2016).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Ali, mantan juara dunia kelas berat sekaligus legenda tinju dunia meninggal dunia di usia 74 tahun. Di luar ring tinju, dia terkenal akan keberaniannya berbicara termasuk saat menolak ikut perang Vietnam dan keberaniannya menentang calon presiden AS Donald Trump. "Setelah pertempuran 32 tahun dengan penyakit Parkinson, Muhammad Ali telah meninggal dunia pada usia 74 tahun. Tiga kali Juara Dunia Kelas Berat tersebut meninggal malam ini," Bob Gunnell, juru bicara keluarga, kepada NBC News. Ali telah menderita penyakit Parkinson selama tiga dekade, kondisi neurologis progresif yang perlahan merampas kedua kemampuan lisan dan ketangkasan fisik sang legenda. Sebuah upacara pemakaman direncanakan di kampung halamannya di Louisville, Kentucky. Meski akhir-akhir ini kondisi kesehatannya terus menurun, Ali tidak ragu untuk mengutarakan pendapatnya tentang situasi politik atau kontroversi. Terbaru, pada Desember Ali mengkritik usulan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump untuk melarang umat Islam masuk ke Amerika Serikat. "Kita sebagai umat Islam harus berdiri untuk mereka yang menggunakan Islam untuk memajukan agenda pribadi mereka sendiri," katanya. Pernyataan itu mengapit kehidupan seorang pria yang meledak ke dalam kesadaran nasional di awal 1960-an, ketika sebagai juara muda kelas berat ia masuk Islam dan menolak untuk terlibat dalam Perang Vietnam, dan menjadi lambang kekuatan, kefasihan, hati nurani dan keberanian. Ali adalah seorang pemain sandiwara anti kemapanan yang melampaui batas dan hambatan, ras dan agama. Perkelahian melawan orang lain menjadi kacamata, tapi ia mewujudkan pertempuran yang jauh lebih besar dalam kehidupan nyata. (nbcnews) Editor: Hasanudin Aco Sumber: Intisari
==============
 Sabtu, 04 Juni 2016, 19:49 WIB

Muhammad Ali di Mata Tokoh Dunia 

Red: Citra Listya Rini EPA/MANFRED REHM

 REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Legenda tinju dunia Muhammad Ali yang meninggal dunia pada Sabtu (4/6) WIB dikenang oleh sejumlah tokoh sebagai juara yang sesungguhnya di atas dan di luar ring tinju.
Berikut komentar dan kenangan sejumlah tokoh:
Pendeta Al Sharpton, pemimpin hak-hak sipil di New York:
"Ali, ia dulu dan selamanya sebagai yang terhebat. Seorang juara yang sesungguhnya di atas dan di luar ring tinju. Pendeta Jesse Jackson Sr, pejuang hak-hak asasi manusia: "Mari kita berdoa untuk Muhammad All. Kebaikan bagi Amerika, juara tinju dunia, pahlawan perubahan sosial dan anti perang.
George Foreman, mantan petinju kelas berat: "Muhammad Ali satu dari manusia-manusia hebat yang pernah saya temui. Tidak diragukan lagi, dia orang hebat di masa ini. Tidak adil jika menganggapnya hanya sebagai petinju."
 Floyd Mayweather Jr, juara dunia tinju di lima kelas:" Tidak ada lagi Muhammad Ali yang lain. Komunitas kulit hitam sedunia memerlukannya. Ia adalah suara bagi kami."
 Manny Pacquiao, politisi dan petinju top Filipina:" Kita kehilangan orang besar. Muhammad Ali memberi banyak benefit bagi olahraga tinju. Tapi lebih banyak lagi yang ia berikan untuk kemanusiaan.
 Donald Trump, kandidat presiden AS dari Partai Republik: "Muhammad Ali meninggal di usia 74. Ia juara sesungguhnya dan orang yang hebat. Ia akan dikenang semua orang."
 Hillary Clinton, kandidat presiden AS dari Partai Demokrat: "Sejak ia meraih medali emas Olimpiade 1960, para penggemar tinju seluruh dunia dapat menyaksikan gabungan dari kekuatan, kecepatan dan keindahan penampilan yang mungkin tidak akan terulang lagi."
 ======
Muhammad Ali Meninggal, Ini Kata Obama
 M. Syahran W. Lubis
 Sabtu, 04/06/2016 21:49 WIB
Presiden AS Barack Obama menyalami Muhammad Ali 
Examiner.com Bisnis.com, 


 JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Barack Obama bergabung dengan begitu banyak orang di seluruh dunia mengenang dan hidup dan warisan dari Muhammad Ali, petinju legendaris yang meninggal dunia pada Jumat tengah malam waktu AS (3/6/2016) atau Sabtu siang WIB (4/6/2016). Pada Sabtu pagi waktu AS atau Sabtu malam WIB, Obama, yang 6 tahun lalu menyebut Muhammad Ali sebagai sangat berarti dalam hidupnya, mengungkapkan rasa duka citanya. “Sebagaimana setiap orang lain di planet ini, Michelle (istri Obama) dan saya berduka atas kepergian Ali. Tapi kami juga berterima kasih kepada Tuhan karena betapa beruntungnya kita telah mengenalnya, betapa beruntungnya kita semua bahwa The Greatest (Ali) memilih waktunya untuk kita,” kata Obama. Obama mengemukakan bahwa di ruang Oval di Gedung Putih, kantornya, dia masih menyimpan sarung tinju Ali di bawah sebuah foto sang ikon selepas satu pertandingan. Sang presiden memuji Ali sebagai seorang yang luar biasa, penuh semangat, yang membuat “Amerika seperti yang kita kenal sekarang”. Dia lantas memuji Ali sebagai orang yang berjuang di jalan kebenaran, bukan sekadar soal bertarung di atas ring tinju. “Dia setara dengan King (Martin Luther King, pejuang hak asasi manusia) dan Mandela (Nelson Mandela, pejuang HAM Afrika Selatan yang kemudian menjadi presiden negara itu). Dia (Ali) berani berdiri ketika sulit, berani bicara saat orang lain hanya diam.” Source : Time.com Editor : M. Syahran W. Lubis

 ======================

 Kupu-Kupu itu Akhirnya Tak Lagi Bisa Menari di Atas Ring 

Sabtu, 4 Juni 2016 19:47 WIB

INTERNET Muhammad Ali dan The Beatles. Foto tahun 1964

SAYA pertama kali mendengar nama Muhammad Ali dari bapak saya pada tahun 1984. Saya masih SD dan segera mengira bahwa ia orang Indonesia hanya karena namanya mirip dengan nama tetangga saya --seorang lelaki tua, PNS hampir pensiun, yang hidup berdua saja dengan istrinya dan malam-malam mereka dihabiskan dengan mengajar anak-anak mengaji, termasuk saya. Bagaimana rupa Muhammad Ali, saat itu saya memang tak tahu. Sekadar membayang- bayangkan secara liar dan ngawur, sehingga kadang-kadang, wajah Pak Ali yang uzur, bisa melintas. Indonesia di tahun 1984 tidak seperti Indonesia kekinian. Tidak ada koneksi internet. Bahkan belum ada komputer kecuali di beberapa bidang kerja yang sangat khusus. Berita hanya bisa diakses lewat surat kabar atau koran, atau didengarkan melalui radio, atau dengan menonton televisi, di mana satu-satunya stasiun yang mengudara adalah TVRI. Muhammad Ali gantung sarung tinju, pensiun dari arena adu pukul, pada tahun 1981, dan saya baru menonton pertandingannya, lewat satu rekaman pertandingannya di televisi pemerintah itu, lima tahun berselang. Saya lupa apakah di program "Dari Gelanggang ke Gelanggang" atau "Arena dan Juara". Yang pasti, dan saya ingat betul, pembawa acaranya Max Sopacua. Rekaman duel ini sempat membuat saya kecewa. Bayangan saya terhadap sosok Muhammad Ali sungguh jauh sekali. Dia bukan seperti orang Indonesia. Tongkrongannya tinggi besar, kulit legam, rambutnya keriting, dan berbicara dengan bahasa yang tak saya mengerti. Bahasa seperti yang diucapkan Jon Baker dan Frank Poncherello, dua polisi lalu lintas jagoan dalam serial ChiPs yang sering saya curi-curi tonton. Jikapun ada perkara yang agak melegakan adalah agama Ali. Seperti saya, dia juga Islam. Dan ini membuat saya takjub. Pemikiran saya yang masih cetek dan lugu mengklasifikasikan fakta ini sebagai hal luar biasa. Ternyata ada orang di luar Indonesia, di luar bangsa-bangsa Arab, yang beragama Islam. Saya sama sekali belum tahu bahwa Ali sebelumnya bernama Cassius Clay. Sejak itu saya makin sering menonton rekaman-rekaman pertandingan Ali, yang lambat laun juga menumbuhkembangkan ketertarikan saya terhadap tinju. Selain Ali saya menonton Ken Norton, George Foreman, Leon Spinks, Larry Holmes, Michael Spinks, dan di kemudian hari Mike Tyson, Evander Holyfield, dan Lennox Lewis di kelas berat. Lalu Sugar Ray Leonard, Roberto Duran, Thomas Hearns, Marvin Hagler, Julio Cesar Chavez, hingga generasi Roy Jones Jr, Oscar De La Hoya, Felix Trinidad, Naseem Hamed, Bernard Hopkins, Juan Manuel Marquez, Floyd Mayweather Jr dan Manny Paquiao di kelas-kelas menengah. Namun bagi saya, kecuali barangkali Sugar Ray Leonard yang agak-agak mendekati, tidak ada petinju yang memiliki kelengkapan pesona seperti Muhammad Ali. Tidak ada yang dengan begitu sempurna bisa memadukan antara kekerasan dan keindahan, lantas mengemasnya menjadi pertunjukan yang menghibur. Bukan cuma duelnya, akan tetapi juga sekaligus dirinya.Muhammad Ali adalah pertunjukan itu sendiri. Tahun 1964 dia bertemu The Beatles. John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star adalah empat laki-laki paling kondang di kolong langit. Mereka rock star yang sedangnangkring di puncak popularitas. Ali mampu mengimbangi kecemerlangan itu. Secarik foto pertemuan mereka, foto di mana Ali melepaskan jab ke kepala George Harrison dan berefek domino pada McCartney, John Lennon, dan Ringo Star, menjadi satu di antara foto icon yang melegenda. Satu kalimat Ali dalam pertemuan, juga kesohor dan barangkali akan dikenang untuk waktu yang lama: "You ain't no fool if you from Liverpool." Adakah petinju lain yang seperti itu? Secara teknis, Leonard mendekati. Seperti Ali, dia juga piawai menari-nari di lapangan. Kaki-kakinya lincah dan ringan, pukulannya berat, cepat dan keras. Leonard adalah "penerus" filosofi bertinju Muhammad Ali: float like a butterfly, sting like a bee, The hands can't hit what the eyes can't see. Menari seperti kupu-kupu, menyengat seperti lebah, tangan bisa memukul apa yang tidak terlihat oleh mata. Kerapuhan yang menipu. Tapi Leonard tidak populer. Dari sisi ini, dia kalah jauh dari Ali. Popularitas dimiliki Oscar De La Hoya, Manny Paquiao, dan Floyd Mayweather Jr. Tapi tetap tak lengkap. Gaya bertinju De La Hoya dan Pacquiao tidak indah. Main hantam dengan pukulan mematikan. Nyaris brutal. Mike Tyson dalam ukuran lebih mini. Mereka nyaris tak pernah menari. Mayweather bertinju dengan indah. Berteknik tinggi, menghitung cermat tiap langkah, dan cerdik. Dia mirip Ali. Popularitasnya juga menjulang. Namun berbeda dari Ali, popularitas ini lebih banyak berangkat dari perkara-perkara yang buruk dan kontroversial. Ali adalah people champions, Mayweather tidak. Sepanjang kariernya yang cemerlang di atas ring, Muhammad Alimelakoni 61 duel. Lima di antaranya berkesudahan dengan kekalahan, yakni dari Joe Frazier (1971), Ken Norton (1973), Leon Spinks (1978), Larry Holmes (1980), dan Trevor Berbick (1981). Kekalahan atas Berbick menutup karier Ali. Namun Ali terus bertarung. Bukan lagi melawan petinju di atas ring, melainkan melawan dirinya sendiri. Melawan Parkinson yang menggerogoti syaraf-syaraf motoriknya, yang membuatnya sulit bergerak, bahkan untuk sekadar mengangkat kedua tangannya. Ali bertarung selama 32 tahun dan tadi pagi, 4 Juni 2016, perlawanan itu berakhir. Ali kalah. Tapi kali ini, kekalahan tak bermakna melepaskan. Kali ini, atas kekalahannya Muhammad Ali justru mendapatkan. Yaitu pengukuhan pengakuan dirinya sebagai 'the greatest all the time', yang terbesar sepanjang masa. twitter: @aguskhaidir
 =======

Juni 03, 2016

Susno Bekerja Kasar Jadi Petani

Susno Bekerja Kasar Jadi Petani 


Petinggi Polri Yang 'Turun Kasta' Jadi Petani Susno Duadji © Antara/FB

,
25 Mei 2016 10:18
Kisah Susno Duadji,

Apakah kamu ingat dengan sosok Komjen Pol (Purn) Susno Duadji?


Susno Duadji Susno di sawah miliknya © InstagramDi sawah, Susno pun tak beralas kaki 


Nama pria berusia 61 tahun itu sempat begitu ramai diperbincangkan beberapa tahun silam. Saat itu mantan Kabareskrim Polri ini dikenal akibat ucapan kontroversi cicak versus buaya dan terjerat berbagai kasus korupsi hingga dipenjara. Kehilangan jabatan sebagai Kabareskrim Polri pada akhir November 2009, Susno yang dituding menggelapkan dana pengamanan Pilgub Jabar 2008 dan terjerat kosupsi PT Salmah Arowana Lestari harus rela dipenjara selama 3,5 tahun. Merasakan dinginnya terali besi LP Cibinong sejak 2013 lalu dan akhirnya bebas.

Apa kabar pak Susno sekarang ? 

 Susno Duadji Jauh dari hiruk pikuk ibukota Jakarta, Susno pulang ke tanah kelahirannya di Pagaralam, Sumatera Selatan. Bukannya sibuk berpikir kembali ke kepolisian, Susno memilih bekerja kasar dengan jadi petani dan mengerjakan kebun, sawah hingga kolam ikan warisan orangtuanya.
 "Sejak purna tugas, saya lebih banyak di kampung halaman untuk bertani mengerjakan lahan warisan orangtua. Sawah ini adalah warisa orangtua saya yang juga petani meskipun luasnya tidak seberapa. Sekarang saya garap sendiri, beneran lhoh. Persoalan yang kami hadapi, khususnya sebagai petani padi adalah murahnya harga beras/gabah di musim panen sehingga biaya produksi tak sebanding dengan uang penjualan yang didapat," cerita Susno di akun Facebook miliknya hari Senin (23/5) pagi.
 
Susno Duadji Benar-benar terlihat seperti seorang petani, Susno bahkan tampak santai dengan pekerjaan barunya ini. Meskipun pernah memegang jabatan tinggi di jajaran institusi bergengsi, Polri, Susno mengenakan kaos oblong, celana panjang dan handuk di lehernya saat menggarap sawah di bawah teriknya matahari. Berbekal cangkul, pak Susno turun langsung ke tanah persawahan tanpa alas kaki. Tak hanya bertani, Susno pun menjalani kesehariannya dengan sederhana. Pria yang pernah jadi Kapolda Jawa Barat selama 10 bulan itu pun cuek saja berbelanja ke pasar hanya pakai kaos dan sandal jepit. Wah, semangat untuk profesi barunya ya pak! (kpl/aia)

Mei 31, 2016

Ada Dana Ratusan Miliar ke Rekening La Nyalla

Sindo News


Puji Kurniasari
Sabtu, 4 Juni 2016 − 00:07 WIB

PPATK Temukan Aliran Dana Ratusan Miliar ke Rekening La Nyalla Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. (SINDOphoto) A+ A- JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menemukan dugaan aliran dana hibah kadin Jawa Timur 2012 masuk dalam rekening Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti dan keluarganya mencapai ratusan miliar. "PPATK menemukan ada aliran dana hibah yang besar masuk ke rekening, menurut pengembangan dari penyidik dananya itu ratusan miliar," ujar Kapuspenkum Kejagung Mohammad Rum mengatakan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (3/6/2016). Menurut Rum, selain masuk ke dalam rekening keluarganya, uang tersebut juga mengalir ke sejumlah perusahaan yang dimiliki La Nyalla. "Ada juga masuk ke beberapa bank besar, ya sekitar 10 bank sementara untuk nama perusahannya masih dalam penyelidikan transaksi yang mencurigakan," kata dia. Dia menambahkan, hingga kini penyidik masih terus mengusut kasus tersebut. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. "Transaksinya itu kan tahun 2010 sampai 2013 jadi kita dalami terus dana hibah masuk ke Kadin itu masuk ke rekening siapa-siapanya. Kalau ada alat bukti yang cukup pasti akan ada tersangka baru," ujarnya. Untuk diketahui, La Nyalla adalah tersangka atas dugaan kasus korupsi Kadin Jawa Timur. La Nyalla sempat kabur ke Singapura dengan izin berkunjung setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jawa Timur dan izin berkunjung sudah habis. Kaburnya La Nyalla, ternyata tidak memberhentikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru untuk terus menjerat dirinya dalam kasus dugaan korupsi Kadin 2012. Penerbitan kembali sprindik tersebut setelah Pengadilan Negeri Jatim menerima seluruh gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh La Nyalla terkait penetapannya sebagai tersangka. (kri)

La Nyalla kabur ke Singapura

Puji Kurniasari
Selasa, 31 Mei 2016 − 22:45 WIB

JAKARTA - Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur I Made Suarnawan menjelaskan La Nyalla Mattalitti langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Kejagung). Penahanan itu dilakukan setelah penyidik memeriksa Ketua Umum PSSI itu. "Langkah selanjutnya adalah melakukan penangkapan dan dilanjutkan dengan penahanan," kata I Made Suarnawan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa (31/5/2016). Menurut I Made, penahanan La Nyalla malam ini juga supaya tidak ada upaya untuk melarikan diri lagi seperti sebelumnya. "Untuk keamanan," ujarnya. La Nyalla kabur ke Singapura dengan izin berkunjung setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim). Dalam perkembangan kasus ini, kemudian Kejati Jatim telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk terus menjerat dirinya dalam kasus dugaan korupsi kadin 2012. Penerbitan kembali sprindik tersebut pasca Pengadilan Negeri Jatim menerima seluruh gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh La Nyalla terkait penetapannya sebagai tersangka. (dam) ==


 Penjelasan KBRI Singapura Terkait Penangkapan La Nyalla Mattalitti
Puji Kurniasari
Selasa, 31 Mei 2016 − 22:16 WIB
La Nyalla Mattalitti Ketua Umum PSSI

JAKARTA - Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti yang selama ini berada di Singapura telah tiba di Jakarta telah tiba di Jakarta, Selasa (31/5/2016) malam.

La Nyalla langsung dibawa ke Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta tepat pukul 19.30 WIB guna dilakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur tahun 2012. 

La Nyalla yang datang  mengenakan kemeja batik bermotif kuning, enggan memberikan komentar soal pemulangannya tersebut. Dia hanya tersenyum.
Seperti diketahui, La Nyala terbang ke Singapura dengan izin berkunjung setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.
Kejati Jatim telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk terus menjerat dirinya dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin tahun 2012.

Penerbitan kembali sprindik tersebut setelah Pengadilan Negeri Jatim menerima seluruh gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh La Nyalla terkait penetapannya sebagai tersangka.
====

La Nyalla Ditangkap, Pengacara Akan Ajukan Praperadilan

Penangkapan La Nyalla di Singapura dinilai tidak sah.


VIVA.co.id – Tim kuasa hukum La Nyalla Mattaliti akan mengajukan praperadilan atas penangkapan dan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi hibah Kadin Jatim itu. Proses hukum terhadap La Nyalla Mattaliti dinilai tidak sah.

Sumarso, salah seorang tim kuasa hukum La Nyalla Mattalitimengatakan, bahwa kliennya saat ini berstatus sebagai orang bebas, setalah Pengadilan Negeri Surabaya membatalkan statusnya sebagai tersangka pada pekan lalu.
"Pak La Nyalla orang bebas," ujarnya di kantor Kadin Jatim, Surabaya,  Selasa malam, 31 Mei 2016.
Dia menjelaskan, La Nyalla Mattaliti diamankan pihak Imigrasi Singapura karena izin tinggalnya habis, bukan ditangkap di Singapura. Rupanya, lanjut Sumarso, petugas Imigrasi mengabarkan ke pihak Kejaksaan bahwa La Nyalla Mattaliti akan pulang ke Indonesia.
"Tapi Kejaksaan melakukan tindakan dengan menangkap klien kami. Menurut kami itu pembangkangan hukum. Itu arogansi hukum," ujar Sumarso.
Semua proses hukum terhadap La Nyalla Mattaliti , imbuh dia, tidak sah. Karena itu tim pengacara akan melakukan upaya hukum dengan mempraperadilankan penetapan tersangka, penangkapan, dan penahanan La Nyalla Mattaliti .
"Kalau kami menerima surat penetapan tersangka dan penangkapan klien kami, pasti akan ajukan praperadilan. Cuma masalahnya Kejaksaan tidak memberikan kami surat penetapan tersangka. Ini kan tidak benar."
Sementara itu, Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung, mengaku siap jika pihak La Nyalla Mattaliti mempraperadilankan penangkapan dan penahanan Ketum PSSI itu. "Silakan praperadilan. Dari kemarin-kemarin sudah praperadilan, dan kami hadapi itu," ujarnya.
Seperti diketahui, La Nyalla Mattaliti pertama kali ditetapkan sebagai tersangka hibah Kadin Jatim pada 16 Maret 2016. Esoknya ia lari ke Malaysia lalu ke Singapura. Tiga kali lolos dari jeratan pidana melalui praperadilan, kejaksaan kembali menetapkannya sebagai tersangka pada Senin, 30 Mei 2016.
La Nyalla Mattaliti akhirnya diamankan petugas Imigrasi di Singapura setelah izin tinggalnya habis. Ia diserahkan ke Kejaksaan dan kini mendekam di Rutan Salemba, Jakarta.
(mus)
=====

La Nyalla overstay melebihi batas waktu 

izin tinggal di Singapura


JAKARTA - Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti telah dipulangkan ke Jakarta pada Selasa (31/5/2016) malam setelah dua bulan berada di Singapura. Menurut Asisten Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura Sandi Andariadi, pemulangan La Nyalla karena melakukan pelanggaran keimigrasian, yakni overstay atau melebihi batas waktu izin tinggal. "Masuk Singapura 29 Maret, diberi jangka waktu satu bulan, berakhir 28 April. Dari 28 (April) sampai hari ini, La Nyalla tidak melakukan laporan atau memperpanjang izin tinggalnya. Dengan dasar itu pihak berwenang melakukan deportasi," ujar Sandi Andariadi di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa (1/6/2016). Menurut Sandi, La Nyalla tidak melakukan perlawanan saat ditangkap petugas. "Karena deportasi adalah pengusiran keluar wilayah suatu negara. Jadi melawan atau tidak pasti akan dikembalikan," ujar Sandi. Sandi menambahkan, sebelumnya ada permintaan surat permohonan pencabutan paspor dan petugas menginstruksikan pihak berwenang di Singapura untuk menindaklanjuti. "Saat itu memang tempat tinggal tidak terdeteksi, hanya langsung ada laporan deportasi," ucap Sandi. La Nyalla telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejagung. Dia berurusan hukum karena dituduh terlibat kasus dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur tahun 2012. (Baca juga: (dam)
La Nyalla Mattalitti , tersangka kasus penyimpangan dana hibah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu akan ditahan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta.  

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Romy Arizyanto, Selasa (31/5/2016). 

Menurut dia, La Nyalla akan dibawa ke Kejagung untuk menjalani pemeriksaan. Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) telah berangkat ke Jakarta pada pagi tadi. 
   
"Dalam beberapa hari ke depan, dia  akan dititipkan di Rutan Salemba (Cabang Kejagung) Jakarta karena harus melengkapi beberapa administrasi imigrasi dan KBRI," kata Romy. 

Adapun faktor keamanan menjadi pertimbangan Kejati Jatim menitipkan Nyalla di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Mei 18, 2016

Tindak Penyebar Paham Komunis

Pemerintah Diminta Dewasa 

Hadapi Isu Komunis 

 Oleh : Willi Nafie | Rabu, 18 Mei 2016 | 21:35 WIB

Hamdan Zoelva - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah diminta untuk bersikap dewasa menghadapi isu komunisme. Karena itu dinilai membuka dendam serta luka lama bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Syarikat Islam (SI) Hamdan Zoelva buntut dari maraknya isu komunisme yang sedang santer belakangan ini. "Di tingkat bawah sudah tidak ada masalah. Kalau dikomporin kemudian direspon malah jadi masalah," kata Zoelva, Rabu (18/5/2016). 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015 ini meminta pemerintah tidak berlebihan terkait masalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, bersikap dewasa dalam menghadapi isu komunisme. "Karena komunis sudah tidak laku di beberapa negara. Biarlah nanti sejarah yang memutuskan," tandasnya. Sebagaimana diketahui, isu komunisme santer setelah bermunculan berbagai lambang yang bersinggungan dengan PKI dalam beberapa pekan terakhir. Akibat dari ihwal tersebut membuat aparat penegak hukum intensif menindak segala atribut yang berbau komunisme. [ton]
See more at: http://nasional.inilah.com/read/detail/2296516/pemerintah-diminta-dewasa-hadapi-isu-komunis#sthash.1atswv9F.dpuf (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penegak hukum menindak tegas penyebar paham komunisme yang belakangan marak terjadi. "Sekarang ini muncul banyak kaos dan merchandise bergambar palu arit. Ada juga kegiatan yang diduga masyarakat akan memunculkan komunisme. Maka, tadi siang Presiden meminta agar hal ini segera ditindak dengan menggunakan pendekatan hukum," kata Kapolri Janderal Badrodin Haiti di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2016).
Lebih lanjut, Presiden juga meminta Kapolri bersama Panglima TNI, Jaksa Agung dan Kepala BIN untuk aktif berperan aktif mencegah penyebaran berbagai paham yang mengarah kepada komunisme. "Presiden meminta penindakan secara hukum ini disesuaikan dengan Tap MPRS Nomor XXV/1966 tentang ketetapan pembubaran PKI (Partai Komunis Indonesia) serta larangan penyebaran komunisme, Leninisme dan Marxisme," jelasnya. Lebih lanjut, pihak kepolisian juga telah memberikan arahan untuk melakukan pelarangan segala kegiatan yang mengarah kepada aktivitas yang bernuansa komunisme. "Kami memberikan arahan kepada jajaran untuk menindak segala kegiatan yang diduga mengandung ajaran komunisme, baik menyiarkan dan menyebarkan baik dalam bentuk atribut kaos, simbol-simbol maupun film yg bisa mengajarkan komunisme," tandasnya. Sebelumnya, kaos berlambang palu dan arit diperjualbelikan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada Minggu (8/5/2016). Kemunculan kaos ini pun segera ditindak oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dengan menggelar operasi untuk meringkus para penjualnya. Hasilnya, petugas mengamankan pemilik toko bernama Mahdi Ismed serta penjaga tokonya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lusin kaos dengan simbol palu dan arit. [ton] - See more at: http://nasional.inilah.com/read/detail/2294405/jokowi-minta-aparat-tindak-penyebar-paham-komunis#sthash.gMqTGGPf.dpuf



======
 TNI Antisipasi Hidupnya Paham PKI 

 Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 18 Mei 2016 | 22:00 WIB

Mayjen TNI Tatang Sulaiman - (Foto: Istimewa)
 INILAHCOM, Jakarta -

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menegaskan TNI selaku komponen utama dalam mempertahankan kedaulatan negara telah melakukan berbagai upaya mengantisipasi berkembangnya paham komunisme/marxisme/lenimisme. Hal itu dikatakan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (18/5) menyikapi terkait maraknya penyebaran atribut dan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) di kalangan masyarakat. "Hingga saat ini TNI telah bekerja sama dengan kepolisian melaksanakan penertiban penggunaan atribut dan simbol yang berbau paham komunisme. TNI baik secara institusi maupun individu menempatkan hukum sebagai Panglima Tertinggi dalam melaksanakan tugasnya, hal ini selaras dengan kode etik prajurit yaitu tunduk kepada hukum yang tertuang dalam Sumpah Prajurit TNI," kata Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Tatang mengatakan menyikapi perkembangan penyebaran ajaran komunisme dan berbagai macam atribut PKI tersebut, TNI mengacu pada TAP MPRS XXV/1966, TAP MPR 1/2003 dan UU RI NO 27/1999 (Pasal 107 A sd 107 F) tentang kejahatan terhadap keamanan negara sebagai norma hukum dalam menjalankan tugasnya. "Telah diketahui bersama dan secara jelas bahwa PKI sejak tanggal 5 Juli 1966 telah dinyatakan sebagai sebagai organisasi terlarang dan telah dibubarkan di seluruh wilayah Indonesia, serta larangan berbagai kegiatan untuk menyebarkan dan mengembangkan faham dan ajarannya," katanya. Mengacu kepada norma hukum tersebut, maka sikap dan tindakan prajurit TNI apabila menemukan penyebaran atribut dan simbol PKI, maka hukumnya wajib untuk menindak terhadap pelanggaran hukum yang selanjutnya diserahkan kepada pihak Kepolisian. "Dengan demikian tindakan yang dilakukan oleh para komandan satuan dan prajurit di lapangan dalam menertibkan maraknya atribut dan simbol PKI sudah benar dan sesuai aturan, jika TNI membiarkan dan tidak menindaknya maka justru TNI akan disalahkan karena melanggar pasal pembiaran terhadap kejahatan yaitu Pasal 164 KUHP," kata Tatang. Peran ini harus diambil oleh aparat keamanan (TNI) sebagai perwujudan hadirnya negara, jika TNI lalai maka kelompok-kelompok masyarakat akan ambil alih peran tersebut sehingga kelompok masyarakat akan saling berhadapan, bertikai dan ini kehancuran. Sejalan dengan hal tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah menyampaikan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dalam menyikapi fenomena kebangkitan PKI, karena bisa jadi ini merupakan upaya adu domba. "Yang perlu dilakukan adalah mewujudkan persatuan sesama elemen bangsa agar kejadian G/30/S PKI tahun 1965 tidak terulang kembali karena hal tersebut dapat memecah belah bangsa Indonesia menjadi dua kelompok saling bertikai," katanya.[tar] - See more at: http://nasional.inilah.com/read/detail/2296524/tni-antisipasi-hidupnya-paham-pki#sthash.xJQmxhFa.dpuf

 ======



Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengakui kaos bergambar palu-arit serta buku ajaran komunisme paling banyak tersebar di DKI Jakarta. Atribut Partai Komunis Indonesia (PKI) itu disebarkan pada 9 Mei 2016 lalu yang bertepatan dengan hari lahir PKI ke-102 tahun. "Paling banyak berada di wilayah DKI Jakarta," ujar Sutiyoso, Rabu (18/5/2016).
Karena itu BIN mengajak masyarakat untuk menghindari ajaran komunis/marxisme-Leninisme serta mewaspadai pihak-pihak yang ingin menghidupkan kembali paham tersebut. "Masyarakat harus menolak segala bentuk propaganda dan tidak terpancing isu-isu fitnah yang dapat memecah belah persatuan bangsa, melaporkan kepada aparat keamanan setempat jika menemukan penyebaran lambang-lambang PKI dalam bentuk apapun," katanya.
 Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah memerintahkan kepada penegak hukum segera menindak pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran paham komunis. "Ada payung hukum dan dasar untuk bertindak terhadap penyebar ajaran komunis, yakni TAP MPRS nomor XXV tahun 1966 tentang larangan ideologi komunis di Indonesia dan UU Nomor 27 tahun 1999 tentang Perubahan Kitab UU Hukum Pidana yang Berkaitan Dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara. Ancamannya 12 tahun sampai 20 tahun penjara," tegasnya. [ton] - See more at: http://nasional.inilah.com/read/detail/2296534/bin-sebut-penyebaran-kaos-pki-terbanyak-di-jakarta#sthash.qllhAecc.dpuf

BERITA TERKAIT

Jokowi Tak Berdaya Hadapi Proyek Reklamasi 
PDIP: Hak Jokowi Berikan Kursi Menteri ke Golkar 
PKB: Gabungnya Golkar Berimplikasi ke Reshuffle 
Isu Komunis Ditunggangi Kelompok Liberalis 
TNI Antisipasi Hidupnya Paham PKI